Perbincangan mengenai keaslian konten digital kembali ramai setelah dua video yang menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Netanyahu membantah kabar yang menyebut dirinya telah meninggal dunia.
Namun, alih-alih meredakan spekulasi, kemunculan video itu justru memicu kecurigaan warganet. Sejumlah pengguna media sosial menduga video yang viral tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dua video terbaru itu adalah ketika Netanyahu berada di sebuah tempat kopi (coffee shop), dan ketika dia bercengkerama dengan penjaga keamanannya dan warga menikmati panorama luar ruangan (outdoor).
Dua video itu diunggah di akun media sosial X miliknya. Pada kolom komentar untuk video di outdoor, warganet menduga video tersebut juga dihasilkan AI.
Beberapa pengamat yang jeli memerhatikan telinganya terlihat tidak proporsional, dan cincinnya muncul-hilang dalam video tersebut.
“Cincinnya hilang di detik 0:26,” tulis salah satu warganet pada komentar unggahan itu.
“Ada apa dengan little glitch ini juga?” tulis warganet lain dalam komentar unggahan itu merujuk momentum Netanyahu menyapa warga yang membawa anjing.
Video lainnya adalah yang dirilis Israel menunjukkan Netanyahu berada di sebuah coffeshop.
“Saya mati untuk kopi,” ujar Netanyahu dalam video yang diunggah di media sosial X miliknya, dikutip Times of Israel.
Pernyataan itu disampaikannya dengan menggunakan ungkapan populer dalam bahasa Ibrani yang berarti sangat menyukai sesuatu.
“Saya mencintai negara saya sampai mati, dan juga cara rakyatnya bertindak,” lanjutnya.
Ia kemudian mengangkat kedua tangannya untuk memperlihatkan bahwa ia memiliki sepuluh jari.
Namun, netizen menganggap video terbaru yang dirilis oleh Netanyahu dalam postingannya merupakan video versi AI lagi.
Salah satu yang disorot netizen adalah kopi yang diseruput Netanyahu dalam video tersebut tampak masih penuh dan tidak berkurang sedikit pun. Gambar late art di kopi Netanyahu pun sama sekali tidak berubah setelah diseruput.
“Serius bertanya soal validitas dari video yang jelas-jelas AI ini. Kantong ajaib. Kopi di gelas menentang gravitasi. Pelanggan dengan masker di belakang konter. Usaha yang bagus NOTenyahu,” ujar salah satu netizen.
Sebelumnya, terdapat rumor yang menyebut konferensi persnya pada Kamis (12/3) lalu merupakan versi kecerdasan buatan AI.
Salah satu klaim palsu yang beredar di akun media sosial anti-Israel menyebut rekaman konferensi pers itu menunjukkan Netanyahu memiliki enam jari di satu tangannya.
Netanyahu juga meminta warga Israel untuk keluar rumah sejenak menghirup udara segar, namun tetap berada dekat dengan tempat perlindungan.
Ia juga menegaskan pembatasan aktivitas yang diterapkan pemerintah akan dilonggarkan sejauh mungkin.
Di tengah polemik tersebut, keaslian video yang beredar masih menjadi perdebatan publik dan memicu diskusi luas mengenai potensi penyalahgunaan teknologi AI dalam penyebaran informasi.