Kehadiran Anies Baswedan dalam acara halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3), menjadi sorotan. Pasalnya, Anies disebut tidak masuk dalam daftar undangan resmi.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar, membenarkan hal tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa SBY tetap menerima siapa pun yang datang sebagai tamu.
“Tidak diundang, tapi siapapun yang datang diterima sebagaimana tamu yang datang ke rumah,” ujar Renanda saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).
Renanda juga memastikan tidak ada pembicaraan khusus antara Anies dengan SBY maupun Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menyebut kehadiran Anies murni untuk bersilaturahmi dalam momentum Lebaran.
“Tidak ada pembicaraan khusus kecuali saling mengucapkan Idulfitri,” ujar Renanda.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan dinamika politik, termasuk kontestasi Pilpres 2024.
Sementara itu, kolega dekat Anies sekaligus Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menilai pertemuan tersebut sebagai bagian dari tradisi silaturahmi yang wajar dilakukan saat Lebaran.
“Kita juga memahami, dalam politik, setiap pertemuan tentu memiliki makna dan menimbulkan tafsir. Namun, pertemuan di atas harus dimaknai sebagai momentum silaturahmi Lebaran sesama tokoh bangsa,” ucapnya.
Hubungan Anies dengan Partai Demokrat, khususnya dengan AHY dan SBY, sebelumnya sempat memanas pasca Pilpres 2024. Hal itu terjadi setelah rencana duet Anies-AHY gagal terwujud.
Menjelang pendaftaran capres-cawapres, Anies justru berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Keputusan tersebut memicu kekecewaan dari sejumlah kader Demokrat.
“Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan, pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol, juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” ujar Sekjen Demokrat kala itu, Teuku Riefky Harsya.
Meski sempat diwarnai ketegangan politik, pertemuan dalam suasana Lebaran ini menunjukkan komunikasi antartokoh tetap terbuka dalam bingkai silaturahmi.