Senin, April 6, 2026

JK Bantah Tudingan Dana Isu Ijazah Jokowi, Rismon Terancam Dilaporkan

Isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menyeret sejumlah nama. Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar kini berpotensi dilaporkan setelah disebut menuding mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di balik isu tersebut.

Menanggapi hal itu, JK membantah keras tudingan bahwa dirinya mendanai isu ijazah Jokowi hingga Rp5 miliar.

“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” kata JK saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (5/4).

JK menegaskan akan melaporkan tudingan tersebut ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Senin (6/4) atas dugaan pencemaran nama baik.

Ia juga meluruskan pertemuannya dengan sejumlah akademisi pada 15 Maret lalu. Menurutnya, pertemuan itu hanya membahas kondisi bangsa.

“Itu kan terbuka kan pembicaraan itu, terbuka sama sekali. Itu hanya saran untuk kebijakan dan itu untuk Bapak Presiden (Prabowo). Ya, Bapak Presiden (Prabowo),” kata Jusuf Kalla.

Sementara itu, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, membantah kliennya pernah menuding JK. Ia menyebut video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI.

“Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” ujarnya.
Menurutnya, pernyataan tersebut adalah hoaks dan proses pelaporan harus melalui uji awal di kepolisian.

“Biarkan saja dulu, tidak segampang itu membuat laporan, nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan,” tuturnya.

Rismon merupakan satu dari delapan tersangka kasus pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi. Ia telah mengajukan restorative justice dan meminta maaf, termasuk kepada Jokowi.

“Tentu saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo,” kata Rismon.

Terbaru, pelapor tidak melanjutkan perkara terhadap Rismon di Polda Metro Jaya, namun keputusan itu tidak berlaku bagi pihak lain dalam kasus serupa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.