Selasa, April 21, 2026

Di Balik Anggaran Triliunan MBG, Kisah Ikhsan Putus Sekolah Mengundang Haru

Di tengah besarnya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai triliunan rupiah menjadi perhatian publik, ada kisah haru dari anak yang putus sekolah karena tidak adanya biaya sekolah.

Program MBG digagas untuk meningkatkan kualitas gizi dan mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Namun, di balik angka fantastis tersebut, realitas di lapangan masih menyisakan ironi.

Ikhsan, siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tanjungsari, Sumedang, harus menghentikan pendidikannya. Bukan karena kurangnya semangat belajar, melainkan kondisi ekonomi keluarga yang memaksanya untuk ikut membantu mencari nafkah.

Momen perpisahannya di kelas pun berlangsung penuh haru. Dengan mata berkaca-kaca, Ikhsan berpamitan kepada teman-temannya. Suasana berubah menjadi emosional ketika tangis pecah dan pelukan hangat mengiringi langkahnya meninggalkan bangku sekolah—tempat yang seharusnya masih ia tempati untuk menuntut ilmu.

Kini, Ikhsan menghabiskan waktunya membantu orang tua berjualan ayam goreng di Alun-alun Tanjungsari. Dari pagi hingga sore, ia ikut bekerja demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa masih ada anak-anak yang belum sepenuhnya merasakan manfaat program besar pemerintah.

Di tengah kucuran anggaran yang begitu besar, muncul pertanyaan yang menggelitik: apakah bantuan tersebut sudah benar-benar tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan?

Cerita Ikhsan menjadi pengingat bahwa di balik kebijakan berskala nasional, masih ada individu-individu yang berjuang di level paling dasar untuk sekadar melanjutkan pendidikan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.