Senin, Mei 11, 2026

Bahaya Baru Ekonomi RI, Masyarakat Kini Bertahan Hidup Pakai Utang

Meningkatnya penggunaan pinjaman online dan paylater menjadi tanda tekanan ekonomi masyarakat semakin berat. Jika sebelumnya banyak warga bertahan dengan tabungan, kini sebagian mulai mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data menunjukkan outstanding utang pinjaman online atau P2P lending mencapai Rp 100,69 triliun per Februari 2026, naik 25,75% year-on-year (yoy). Sementara layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater tumbuh 86,7% yoy menjadi Rp 56,3 triliun.

Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, menilai pinjol dan paylater kini menjadi jalan cepat masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak. Namun, sebagian besar penggunaannya bersifat konsumtif sehingga menambah beban keuangan akibat bunga pinjaman.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat terbiasa berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga menutup utang sebelumnya.

“Memang NPL-nya saya kira masih relatif terjaga. Tapi beban masyarakat dengan bunga segitu besar. Sehingga ini membuat masyarakat akhirnya model gali lubang tutup lubang. Baru selesai, dia sudah pinjam yang lain. Nah ini yang saya kira membuat masyarakat makin lama makin tidak sehat kondisi keuangannya,” kata Tauhid kepada detikcom, Senin (11/5/2026).

Tauhid menjelaskan peningkatan penggunaan pinjol dipengaruhi melemahnya daya beli dan naiknya biaya hidup. Banyak masyarakat menggunakan pinjaman jangka pendek sambil menunggu gaji cair.

“Daya beli ini problemnya kan dengan kebutuhan biaya hidup banyak rumah tangga menggunakan dana pinjol ini untuk sifatnya yang jangka pendek itu meningkat lagi. Misalnya saya lagi butuh A tapi gajian baru akhir bulan atau bulan depan tapi saya butuh barang nih. Saya butuh beli ini dan sebagainya, pinjaman online-nya meningkat karena tadi ada tekanan daya beli dan juga kebutuhan uang cash and carry atau likuiditas meningkat,” jelasnya.

Selain faktor ekonomi, Tauhid menilai perubahan gaya hidup ikut mendorong penggunaan pinjol dan paylater, terutama untuk kebutuhan sekunder seperti elektronik, kosmetik, hingga pulsa.

“Karena kan fenomenanya sekarang kebutuhan pokok beralih ke kebutuhan sekunder dan sebagainya. Misalnya untuk beli pulsa, alat elektronik, kosmetik, atau kebutuhan-kebutuhan seperti itulah. Bukan kebutuhan misalnya dulu kan beras, minyak goreng, sekarang sudah banyak berubah begitu ya,” ujar Tauhid.

Ia juga menyoroti kemudahan akses pinjaman online yang membuat masyarakat semakin mudah berutang.

“Sekarang ke pinjaman online jauh lebih mudah dan lebih cepat. Jadi dari sisi daya tarik konsumsi ada, yang kedua akses ke kreditnya lebih cepat dan mudah dari pinjaman online fintech dan sebagainya,” tuturnya.

“Walaupun uang sedikit tapi kalau ada cash sekian juta langsung beli saja, ngapain pakai paylater, pakai kartu kredit dan sebagainya, kan rugi. Masyarakat sudah tahu bunganya itu berat, tapi tidak punya pilihan lain,” sambung Tauhid.

Senada, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan peningkatan penggunaan pinjol dan paylater dipicu pendapatan masyarakat yang tidak mampu mengejar kenaikan biaya hidup.

“Kalau dihitung upah riil dari upah nominal tersebut, upah riil itu adalah upah nominal yang dikoreksi dengan inflasi, maka upah riilnya justru malah negatif. Artinya turun, berkurang jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli,” paparnya.

“Kalau tidak cukup dari sisi upah atau income-nya terpaksa harus berutang jadinya, dan fenomena ini yang menyebabkan kenapa makin banyak yang berutang,” terang Faisal lagi.

Menurut Faisal, sulitnya akses pinjaman ke perbankan membuat masyarakat akhirnya memilih layanan pinjol dan paylater yang lebih mudah dijangkau.

“Akhirnya demand yang membesar ini dipenuhi oleh platform-platform seperti pinjaman online ataupun paylater. Karena memang kebutuhan meningkat tapi income itu terbatas. Sehingga dipenuhi sebagian yang sering kali dipakai untuk kebutuhan dasar, bukan hanya makanan, tapi misalkan untuk sekolah anak, kredit, dan lain-lain dengan menggunakan pinjol dan juga paylater,” jelasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.