Sebuah rekaman penahanan aktivis Global Sumud Flotilla oleh pasukan Israel menjadi sorotan internasional setelah beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melalui akun X miliknya pada Rabu (20/5).
Dalam rekaman itu, sejumlah aktivis terlihat berlutut di atas dek kapal dengan kondisi tangan terikat dan kepala menunduk. Video tersebut juga diiringi lagu kebangsaan Israel, sementara Ben Gvir tampak mengibarkan bendera Israel sambil mencemooh para aktivis.
Salah satu aktivis sempat meneriakkan “Free Palestine”, namun langsung mendapat tindakan keras dari tentara Israel. Rekaman tersebut kemudian memicu kecaman, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menilai tindakan Ben Gvir tidak mencerminkan nilai dan norma negara. Ia juga menginstruksikan agar para aktivis segera dideportasi.
Kritik serupa turut disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Ia menilai rekaman yang diunggah Ben Gvir justru merugikan citra negara dan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Sementara itu, otoritas Israel menyebut sekitar 430 aktivis telah dibawa ke Israel. Kelompok hak asasi manusia Adalah mengatakan sebagian dari mereka telah tiba di pelabuhan Ashdod dan masih ditahan di lokasi tersebut.
Peristiwa ini kembali memicu perhatian internasional terkait perlakuan terhadap aktivis solidaritas Palestina dan situasi kemanusiaan di kawasan konflik tersebut.
Dunia Heboh, Menteri Israel Pamer Video Aktivis Ditahan, Dipaksa Berlutut dengan Tangan Terikat
Sebuah rekaman penahanan aktivis Global Sumud Flotilla oleh pasukan Israel menjadi sorotan internasional setelah beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melalui akun X miliknya pada Rabu (20/5).
Dalam rekaman itu, sejumlah aktivis terlihat berlutut di atas dek kapal dengan kondisi tangan terikat dan kepala menunduk. Video tersebut juga diiringi lagu kebangsaan Israel, sementara Ben Gvir tampak mengibarkan bendera Israel sambil mencemooh para aktivis.
Salah satu aktivis sempat meneriakkan “Free Palestine”, namun langsung mendapat tindakan keras dari tentara Israel. Rekaman tersebut kemudian memicu kecaman, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menilai tindakan Ben Gvir tidak mencerminkan nilai dan norma negara. Ia juga menginstruksikan agar para aktivis segera dideportasi.
Kritik serupa turut disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Ia menilai rekaman yang diunggah Ben Gvir justru merugikan citra negara dan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Sementara itu, otoritas Israel menyebut sekitar 430 aktivis telah dibawa ke Israel. Kelompok hak asasi manusia Adalah mengatakan sebagian dari mereka telah tiba di pelabuhan Ashdod dan masih ditahan di lokasi tersebut.
Peristiwa ini kembali memicu perhatian internasional terkait perlakuan terhadap aktivis solidaritas Palestina dan situasi kemanusiaan di kawasan konflik tersebut.