Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara Khotmil Qur’an dan Imtihan Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan Juz 30 Metode Ummi yang digelar di MI NU dan RA Tarbiyatul Islamiyah Singget Mendenrejo, Kradenan. Dalam kegiatan tersebut, para santri cilik berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Para peserta yang diwisuda merupakan santri-santri pilihan yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran tartil dan tahfidz menggunakan Metode Ummi. Penampilan mereka pun mendapat apresiasi karena dinilai mampu membuktikan semangat belajar Al-Qur’an sejak usia dini.
Kegiatan wisuda ini menjadi momen spesial bagi para orang tua dan guru yang selama ini mendampingi proses belajar para santri. Selain sebagai bentuk penghargaan atas capaian hafalan, acara tersebut juga menjadi motivasi agar anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an.
Pihak sekolah berharap para santri yang telah diwisuda dapat terus meningkatkan hafalan dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga didoakan agar kelak menjadi hafidz dan hafidzah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga santri, guru, serta masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para penghafal Al-Qur’an cilik tersebut.
Selain prosesi wisuda, acara juga diisi dengan penampilan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan uji kemampuan hafalan para santri di hadapan para tamu undangan.
Momen tersebut sukses membuat para orang tua merasa bangga dan terharu melihat perkembangan anak-anak mereka dalam mempelajari Al-Qur’an sejak dini.
Semangat para santri cilik itu pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk semakin giat belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Penghafal Al-Qur’an Cilik dari Blora Jadi Sorotan
Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara Khotmil Qur’an dan Imtihan Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan Juz 30 Metode Ummi yang digelar di MI NU dan RA Tarbiyatul Islamiyah Singget Mendenrejo, Kradenan. Dalam kegiatan tersebut, para santri cilik berhasil menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Para peserta yang diwisuda merupakan santri-santri pilihan yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran tartil dan tahfidz menggunakan Metode Ummi. Penampilan mereka pun mendapat apresiasi karena dinilai mampu membuktikan semangat belajar Al-Qur’an sejak usia dini.
Kegiatan wisuda ini menjadi momen spesial bagi para orang tua dan guru yang selama ini mendampingi proses belajar para santri. Selain sebagai bentuk penghargaan atas capaian hafalan, acara tersebut juga menjadi motivasi agar anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an.
Pihak sekolah berharap para santri yang telah diwisuda dapat terus meningkatkan hafalan dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga didoakan agar kelak menjadi hafidz dan hafidzah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga santri, guru, serta masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan dan doa bagi para penghafal Al-Qur’an cilik tersebut.
Selain prosesi wisuda, acara juga diisi dengan penampilan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan uji kemampuan hafalan para santri di hadapan para tamu undangan.
Momen tersebut sukses membuat para orang tua merasa bangga dan terharu melihat perkembangan anak-anak mereka dalam mempelajari Al-Qur’an sejak dini.
Semangat para santri cilik itu pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk semakin giat belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.