Kamis, Mei 21, 2026

Tata Letak Barang di Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Sesuai Standar Ritel

Penataan produk di toko Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menilai susunan barang di dalam toko belum menerapkan standar tata letak ritel modern atau planogram.

Sorotan itu muncul usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 16 Mei 2026. Foto dan video kondisi toko yang beredar di media sosial memicu kritik karena susunan barang dianggap renggang, tidak seragam, dan belum menerapkan prinsip dasar planogram.

“Display toko itu gak asal, ada ilmunya. bukan sekedar warna pink berjejer warna pink, warna kuning berjejer warna kuning belajar dulu planogram baru buka kopdes bro. gimana itu minyak sayur kau taroh dibawah AC? produk yg bagus harus ada di eye level, minuman jangan taruh bawah, space kosongnya banyak juga,” tulis salah satu akun Threads.

Dalam dunia ritel modern, planogram merupakan panduan visual untuk mengatur posisi produk di rak toko agar penjualan meningkat dan pengalaman belanja konsumen menjadi lebih baik. 

Sistem ini mempertimbangkan berbagai aspek seperti posisi pandangan mata konsumen, perilaku belanja, ukuran produk, kategori barang, hingga pola lalu lintas pengunjung di dalam toko.

Pada praktiknya, produk dengan margin keuntungan tinggi biasanya ditempatkan di area strategis seperti setinggi mata pelanggan atau di ujung lorong toko agar lebih mudah terlihat. Produk pelengkap juga kerap ditempatkan berdekatan guna mendorong pembelian tambahan.

Sejumlah penelitian juga menyebut planogram berpengaruh terhadap perilaku belanja konsumen, termasuk dalam menentukan keputusan pembelian dan waktu konsumen saat memilih produk.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.