Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025, menciptakan 3,59 juta lapangan kerja baru dari total penambahan angkatan kerja sebesar 3,67 juta orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di G20, hanya di bawah China, dan melampaui Amerika Serikat yang tumbuh 2 persen.
Airlangga juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di ASEAN berada di atas Malaysia dan Singapura.
Namun, ia mengingatkan adanya ketidakpastian global, meski peluang positif terbuka setelah tercapainya kesepakatan tarif resiprokal dengan AS di bawah pemerintahan Donald Trump, yang menurunkan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada periode ini mencapai Rp5.947 triliun, sedangkan PDB harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I 2025 berada di angka 4,99 persen.