Kamis, Juni 4, 2026

Ancaman Pembunuhan ke Dedi Mulyadi Terjadi Berulang lewat Medsos, Polisi Siap Turun Tangan

MELIHAT INDONESIA, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendapat ancaman pembunuhan di kolom komentar saat ia melakukan siaran langsung di kanal YouTube pribadinya, Senin (21/4/2025) malam.

Dalam komentar itu, sebuah akun media sosial (medsos) berulang kali mengancam akan membunuh Dedi Mulyadi, salah satunya dengan menggunakan bom bunuh diri.

“Kalau rencana saya gagal, saya akan pergi ke Jabar memakai bom lain yang saya punya — itu bom bunuh diri. Saya akan berlari mencari Dedi. Jika sudah ketemu, saya akan mendekatinya dan duarr!!!,” tulis akun tersebut.

Selain ancaman pembunuhan, akun itu juga mengancam akan meledakkan rumah dan menculik anak dari politikus Partai Gerindra tersebut.

“Saya udah muak, hey Dedi Mulyadi. Tunggu saja tanggal mainnya. Saya akan meledakkan tempat tinggal Anda, dan saya akan menyuruh seseorang untuk menculik anak Anda,” tulis akun di komentar lainnya.

Sang pengancam menyebut akan menjalankan aksinya kurang dari dua bulan. “Tunggu nanti dua bulan lagi saya akan melakukan aksi saya. Sekarang saya sedang merakit sebuah bom paku.”

Sering Diancam

Kang Dedi Mulyadi mengaku sudah mengetahui ancaman pembunuhan tersebut. Ia menilai ancaman itu sebagai risiko yang harus dihadapi oleh seorang pemimpin.

“Kalau ada ancaman itu, ya risiko bagi seorang pemimpin. Kita lihat perkembangannya terlebih dahulu. Akan tetapi, apakah akun itu asli atau bukan, nanti kita lihat dan telusuri,” ujar Dedi kepada wartawan di Bandung.

Dedi dalam akun Instagram miliknya mengungkap bahwa ancaman pembunuhan bukan kali pertama ia terima. Ia mengatakan pernah mendapatkan ancaman serupa setelah penutupan tambang ilegal di Kabupaten Subang.

Namun, Dedi Mulyadi merespons dengan tenang berbagai caci maki, hinaan, termasuk ancaman pembunuhan.

Sementara itu, Polda Jabar menyatakan siap turun tangan menyelidiki dugaan ancaman pembunuhan terhadap Dedi Mulyadi oleh pengguna media sosial.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa kepolisian telah mengetahui keberadaan komentar bernada ancaman tersebut.

Pihaknya akan menindaklanjuti apabila Dedi Mulyadi mengajukan laporan resmi.

“Bila melaporkan secara resmi, kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku pengancaman,” ujar Hendra di Bandung. (bhq)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.