Sabtu, April 18, 2026

Bantuan 80 Ton untuk Korban Banjir di Bener Meriah Dikabarkan Hilang, Gubernur Mualem Geram

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengungkapkan kekecewaannya setelah mendengar kabar bahwa 80 ton bantuan kemanusiaan di Kabupaten Bener Meriah diduga hilang tanpa jejak. Ia menyebut informasi tersebut masih berupa “berita burung”, namun cukup membuatnya geram karena distribusi bantuan seharusnya sudah maksimal.

“Saya dengar berita, berita burung, ada 80 ton (bantuan) hilang entah ke mana. Kita turunkan semua di Bener Meriah, banyak donatur yang menyumbangkan, tetapi ya seperti itu, tidak tepat kepada sasaran,” kata Mualem dalam konferensi pers di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (10/12/2025).

Mualem meminta Bupati Bener Meriah Tagore dan seluruh relawan untuk memastikan bantuan dibagikan tepat sasaran dan seadil-adilnya. Ia juga menegaskan akan mengecek langsung kebenaran berita hilangnya bantuan tersebut bersama Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh.

“Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung, tidak kita percaya kan. Nanti bersama-sama ini ada Pak Pangdam, ada Pak Polisi apakah betul atau tidak,” ujarnya.

BNPB turut merespons isu ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bantuan yang sudah di-drop ke kabupaten menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan forkopimda masing-masing.

“Sesuai narasi Mualem, bantuan yang sudah di drop ke kabupaten menjadi tanggung jawab bupati dan forkopimda terkait keamanannya,” ujar Abdul Muhari.

Ia menegaskan bahwa klarifikasi mengenai dugaan hilangnya bantuan harus ditanyakan langsung kepada pemerintah daerah. “BNPB dropping ke posko kabupaten dan kota dan langsung ke titik pengungsian warga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi, membantah adanya laporan logistik hilang di gudang posko. Ia memastikan seluruh bantuan yang masuk tercatat dan dikawal ketat, termasuk barang yang diambil dari gudang kargo Bandara Rembele yang berada di bawah pengawasan TNI AU.

“Kalau yang sudah masuk gudang logistik dipastikan tidak ada yang hilang. Di bandara yang kita bawa hanya yang dialamatkan untuk masyarakat Bener Meriah,” ujar Ilham.

Mualem menambahkan bahwa persoalan lain yang menghambat distribusi bantuan di Bener Meriah–Aceh Tengah adalah krisis listrik dan minimnya pasokan BBM, sehingga alat berat dan transportasi suplai bantuan terhambat.

Meski masih berupa kabar yang belum terverifikasi, isu hilangnya 80 ton bantuan ini kini menjadi perhatian besar dan tengah diselidiki lebih lanjut oleh pemerintah Aceh bersama aparat keamanan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.