Kamis, Mei 7, 2026

Budiman Sudjatmiko Siapkan Skema Baru Bansos Hanya untuk Lansia, Difabel, dan ODGJ

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyampaikan rencana perubahan skema penyaluran bantuan sosial (bansos). Dalam skema baru ini, bansos nantinya hanya diberikan kepada kelompok masyarakat miskin yang paling rentan, yakni lansia, penyandang disabilitas, dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Bansos baiknya hanya untuk yang lansia, yang mungkin difabel, mungkin yang ODGJ ya kan?” kata Budiman di Kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (11/7).

Budiman menegaskan bahwa BP Taskin tidak akan menghapus bansos sepenuhnya, melainkan mengalihkan sebagian besar alokasinya ke program produktif. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk bansos akan digunakan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin yang masih mampu bekerja.

“BP Taskin tidak meniadakan itu (bansos) tapi alokasinya nanti bukan lagi bentuk bansos, kami dalam rencana induk mengatakan, bansos hanya untuk lansia, difabel, ODGJ,” ujarnya.

Budiman menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat miskin agar mandiri melalui sembilan sektor industri. Di antaranya adalah industri pangan, industri pengolahan, kesehatan, pendidikan, hunian, kreatif, digital, transportasi, dan energi terbarukan.

“Kalau orang miskin masih kuat, wajib hukumnya mereka diintegrasikan ke dalam 9 amal usaha ekonomi modern,” jelasnya.

Ia menganalogikan bansos seperti pelampung sementara, sedangkan program industrialisasi dan pembukaan lapangan kerja adalah perahu agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan.

“Agar pengentasan kemiskinan tidak sekadar memberikan pelampung, karena banyak juga yang sudah dikasih pelampung, sudah saatnya ngentas ke perahu, akhirnya terlalu nyaman (jadi penerima bansos). Nah BP Taskin menyediakan 9 jenis perahu itu,” tutur Budiman.

Lebih lanjut, Budiman mengungkapkan Rencana Induk Pengentasan Kemiskinan 2025–2029 telah selesai disusun dan segera akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyusunan draft tersebut melibatkan kolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Bappenas.

“Modelnya adalah kolaborasi ekosistem dan aglomerasi antara kementerian dan lembaga. Ekosistem yaitu membangun, melakukan terobosan lintas sektor industri pangan, energi baru terbarukan, digital, industri kreatif, industri pendidikan, industri kesehatan, industri pengolahan, industri akuntan, ada sembilan sektor,” jelasnya.

Namun, rencana ini mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk dari Umar Hasibuan. Ia mempertanyakan perubahan sikap Budiman yang dikenal sebagai aktivis pada masa lalu.

“Mantan aktivis, pernah dipenjara lawan tirani.” komentarnya.

Umar juga mempertanyakan di mana hati nurani Budiman setelah menjabat sebagai Kepala BP Taskin.

“Finally nuraninya hilang entah kemana? Why????” tanya Umar.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.