Upaya menjamin kesejahteraan petani tebu terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora. Bupati Blora, Arief Rohman, menerima audiensi perwakilan petani untuk membahas penyerapan hasil panen dan revitalisasi Pabrik Gula (PG) GMM milik Perum Bulog, Jumat (10/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Arief memaparkan langkah yang telah ditempuh, termasuk kunjungannya ke Jakarta guna menyampaikan aspirasi petani.
”Saya kemarin berkunjung ke Perum Bulog di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi para petani tebu di Blora. Kami memastikan tebu dari petani dapat terserap dengan baik dan revitalisasi Pabrik Gula GMM milik Bulog di Blora berjalan, mulai dari perbaikan mesin hingga pergantian atau penataan pengelola manajerial pabrik,” urai Arief.
Ia juga menjelaskan tindak lanjut berupa pendataan tebu siap panen serta rencana pembentukan tim oleh Bulog.
”Menyampaikan hasil pertemuan di Perum Bulog, kami telah menyerahkan surat dari kami dan petisi para petani.
Kami diminta untuk bersama APTRI dan dinas terkait mendata tebu di Blora, ada berapa tebu yang siap panen berdasarkan data riil. Bulog menyampaikan akan membentuk tim terkait ini,” sambungnya.
Terkait tuntutan perbaikan manajemen, Arief menyebut prosesnya masih berjalan.
”Kami juga meminta tuntutan terkait manajemen akan dipenuhi, tapi butuh waktu karena ada prosedural BUMN. Insyaallah Senin atau Selasa depan kami akan ke Bulog kembali untuk kelanjutan dari tuntutan para petani. Dan kemarin saya minta ke direksi Bulog untuk mengajak perwakilan petani,” tegas bupati.
Ia juga menegaskan kesiapan mendampingi petani menyampaikan aspirasi ke tingkat pusat.
”Kami siap untuk mengantar para petani jika ingin menyalurkan aspirasi secara langsung ke kementerian dan DPR RI. Tuntutan kita ya penyelamatan pabrik ini, kita kawal terus ini. Saya akan bersurat ke DPR RI dan Kementerian Pertanian untuk menjembatani teman-teman petani tebu menyampaikan aspirasi secara langsung.” ungkap Arief menutup penjelasannya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari petani. Ketua APTRI Blora, Sunoto, menyampaikan terima kasih.
”Terima kasih atas jerih payah dan usahanya dalam menyampaikan aspirasi para petani. Perjuangan ini sudah diupayakan sejak 2025 oleh Pak Bupati dan Bu Wabup. Pesan saya, jangan sampai para petani tebu mudah terhasut dan dialihkan, serta perjuangan ini jadi sia-sia,” ujarnya.
Perwakilan petani lainnya juga berharap perbaikan pabrik segera terealisasi agar ekonomi petani membaik.
”Sebagai orang tua kami, tolong Pak, Pabrik GMM diselamatkan. Walaupun di tahun ini belum langsung beroperasi optimal, minimal ada kepastian perbaikan. Supaya para petani sudah bisa ayem (tenang). Intinya kami minta tolong ke Pak Bupati, agar ekonomi petani membaik,” pungkas Nur Amin.
Upaya ini diharapkan mampu memberi kepastian bagi petani sekaligus memperkuat keberlangsungan industri gula di Blora.
Bupati Blora Kawal Aspirasi Petani Tebu, Fokus Serapan Panen dan Revitalisasi PG GMM
Upaya menjamin kesejahteraan petani tebu terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora. Bupati Blora, Arief Rohman, menerima audiensi perwakilan petani untuk membahas penyerapan hasil panen dan revitalisasi Pabrik Gula (PG) GMM milik Perum Bulog, Jumat (10/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Arief memaparkan langkah yang telah ditempuh, termasuk kunjungannya ke Jakarta guna menyampaikan aspirasi petani.
”Saya kemarin berkunjung ke Perum Bulog di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi para petani tebu di Blora. Kami memastikan tebu dari petani dapat terserap dengan baik dan revitalisasi Pabrik Gula GMM milik Bulog di Blora berjalan, mulai dari perbaikan mesin hingga pergantian atau penataan pengelola manajerial pabrik,” urai Arief.
Ia juga menjelaskan tindak lanjut berupa pendataan tebu siap panen serta rencana pembentukan tim oleh Bulog.
”Menyampaikan hasil pertemuan di Perum Bulog, kami telah menyerahkan surat dari kami dan petisi para petani.
Kami diminta untuk bersama APTRI dan dinas terkait mendata tebu di Blora, ada berapa tebu yang siap panen berdasarkan data riil. Bulog menyampaikan akan membentuk tim terkait ini,” sambungnya.
Terkait tuntutan perbaikan manajemen, Arief menyebut prosesnya masih berjalan.
”Kami juga meminta tuntutan terkait manajemen akan dipenuhi, tapi butuh waktu karena ada prosedural BUMN. Insyaallah Senin atau Selasa depan kami akan ke Bulog kembali untuk kelanjutan dari tuntutan para petani. Dan kemarin saya minta ke direksi Bulog untuk mengajak perwakilan petani,” tegas bupati.
Ia juga menegaskan kesiapan mendampingi petani menyampaikan aspirasi ke tingkat pusat.
”Kami siap untuk mengantar para petani jika ingin menyalurkan aspirasi secara langsung ke kementerian dan DPR RI. Tuntutan kita ya penyelamatan pabrik ini, kita kawal terus ini. Saya akan bersurat ke DPR RI dan Kementerian Pertanian untuk menjembatani teman-teman petani tebu menyampaikan aspirasi secara langsung.” ungkap Arief menutup penjelasannya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari petani. Ketua APTRI Blora, Sunoto, menyampaikan terima kasih.
”Terima kasih atas jerih payah dan usahanya dalam menyampaikan aspirasi para petani. Perjuangan ini sudah diupayakan sejak 2025 oleh Pak Bupati dan Bu Wabup. Pesan saya, jangan sampai para petani tebu mudah terhasut dan dialihkan, serta perjuangan ini jadi sia-sia,” ujarnya.
Perwakilan petani lainnya juga berharap perbaikan pabrik segera terealisasi agar ekonomi petani membaik.
”Sebagai orang tua kami, tolong Pak, Pabrik GMM diselamatkan. Walaupun di tahun ini belum langsung beroperasi optimal, minimal ada kepastian perbaikan. Supaya para petani sudah bisa ayem (tenang). Intinya kami minta tolong ke Pak Bupati, agar ekonomi petani membaik,” pungkas Nur Amin.
Upaya ini diharapkan mampu memberi kepastian bagi petani sekaligus memperkuat keberlangsungan industri gula di Blora.