Kasus keracunan yang dialami siswa SMPN 1 Blora mendapat perhatian langsung dari Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini. Keduanya menjenguk para siswa yang dirawat di Rumah Sakit DKT pada Kamis (27/11), dimulai dari satu siswi yang dirawat di lantai pertama, kemudian naik ke lantai atas untuk menemui tiga siswa lainnya.
Total empat siswa dirawat di RS DKT, sementara satu siswa lain mendapatkan perawatan di RSUD dr. R. Soetijono. Usai kunjungan, Bupati Arief memastikan pemerintah akan menindaklanjuti kasus ini melalui koordinasi lintas pihak.
“Nanti kita rapatkan,” katanya.
Guru SMPN 1 Blora sekaligus PIC program MBG, Wahyu Yuli, menjelaskan beberapa siswa masih dirawat karena kondisi belum membaik. Dari pihak rumah sakit, Perwira Perencanaan Program Anggaran RS DKT, Sofiyan Aris, menyebutkan: ”Total rawat inap 4 orang siswa. Dua kemarin. Dua hari ini,” paparnya.
Ia juga mengatakan bahwa delapan siswa lainnya juga datang untuk pemeriksaan.
”Habis periksa dokter, observasi, ada yang harus rawat inap dirawat,” imbuhnya.
Siswa yang tidak perlu rawat inap hanya diberi obat. Dua siswa yang dirawat sejak kemarin telah menunjukkan perkembangan positif.
“Pasien yang kemarin, dua keluhan sudah membaik. Hari ini saya cek, menginginkan pulang. Tetapi nunggu periksa dokter,” tambahnya.
Sementara dua pasien baru masih mengalami lemas dan pusing, dan hasil pemeriksaan sedang menunggu laboratorium.
“Hasil pemeriksaan tunggu laboratorium. Terutama sample muntahan dan darah,” bebernya.
Pemerintah daerah berharap hasil pemeriksaan dapat segera diketahui sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.