Jumat, Mei 1, 2026

Diskon Listrik 50% Pascabayar Tak Kunjung Turun, Warganet Pertanyakan Kejanggalan Tagihan


MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Lini masa media sosial X tengah dipenuhi keluhan para pelanggan listrik pascabayar yang mengaku tak menerima potongan tarif 50 persen sebagaimana dijanjikan pemerintah. Banyak yang mempertanyakan mengapa tagihan mereka masih tetap tinggi, bahkan ada yang merasa konsumsi listriknya tiba-tiba melonjak secara tidak wajar.

Sebagai informasi, diskon listrik 50 persen merupakan program stimulus pemerintah yang diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 Volt Ampere (VA) ke bawah untuk periode Januari dan Februari 2025. Pelanggan prabayar bisa menikmati potongan harga langsung saat membeli token listrik, sementara pelanggan pascabayar dijanjikan pemotongan otomatis saat membayar tagihan bulanannya.

Namun, realitas di lapangan tampaknya tak sejalan dengan skema yang dijanjikan. Beberapa pengguna pascabayar mengeluhkan bahwa tagihan Januari mereka tetap tinggi, hampir sama seperti bulan sebelumnya.

“@pln_123 kenapa tagihan listrik pascabayar rumah saya belum dipotong diskon ya? Nggak jauh beda dari tagihan bulan lalu,” tulis akun @Re, Minggu (2/2/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh akun @vla* yang mencurigai adanya kejanggalan dalam pencatatan pemakaian listriknya.

“Biasanya pemakaian saya hanya 500-700 kWh per bulan, tapi bulan ini tiba-tiba melonjak jadi 1.300 kWh. Apa mungkin ada manipulasi atau kebocoran dari kWh meter seperti pipa air bocor?” tulisnya.

PLN: Diskon Tetap Berlaku, Pelanggan Diminta Periksa Pemakaian
Menanggapi protes yang semakin ramai, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, memastikan bahwa diskon tetap berlaku untuk pelanggan pascabayar yang memenuhi syarat.

“Diskon 50 persen tetap diberikan bagi pelanggan rumah tangga pascabayar dan prabayar dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Jika tidak ada potongan, silakan cek pemakaian daya bulanannya,” ujar Greg kepada Kompas.com, Minggu (2/2/2025).

Greg menegaskan bahwa semakin besar pemakaian daya, semakin tinggi pula tagihan yang harus dibayar. Oleh karena itu, pelanggan diimbau untuk mengecek konsumsi kWh mereka secara berkala agar bisa memahami perhitungan tagihannya.

Namun, jawaban ini justru membuat sebagian pelanggan semakin curiga. Jika sebelumnya mereka merasa penggunaan listriknya stabil, mengapa tiba-tiba terjadi lonjakan?

Cara Cek Pemakaian Listrik Pascabayar
Untuk memastikan besaran pemakaian daya listrik dan diskon yang diberikan, pelanggan bisa melakukan pengecekan melalui beberapa metode berikut:

Lewat Aplikasi PLN Mobile
Unduh dan instal aplikasi PLN Mobile
Daftar dengan memasukkan data diri dan ID pelanggan
Pilih menu Informasi Tagihan dan Token Listrik
Cek jumlah tagihan dan diskon yang diterima

Lewat SMS
Ketik REK(spasi)No ID Pelanggan
Kirim ke 8123
Tunggu balasan SMS yang berisi informasi tagihan listrik

Lewat Telepon
Hubungi 123 dengan menambahkan kode area masing-masing
Tunggu hingga terhubung dengan customer service
Sampaikan permintaan pengecekan tagihan dan diskon
Jika setelah pengecekan pelanggan masih merasa tidak menerima diskon, PLN menyarankan untuk segera mengajukan pengaduan melalui PLN Mobile atau menghubungi call center resmi.

Meski demikian, polemik ini menunjukkan adanya celah dalam implementasi program stimulus listrik pemerintah. Apakah benar ada kesalahan dalam perhitungan, atau ada faktor lain yang menyebabkan diskon tak kunjung diterima pelanggan pascabayar? PLN kini berada dalam sorotan publik untuk memberikan jawaban yang lebih transparan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.