Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno irit bicara ketika dimintai tanggapan soal kasus meninggalnya RY (4), balita asal Sukabumi, Jawa Barat, yang tewas akibat infeksi cacing.
Menurut Pratikno, detail penanganan kasus itu sepenuhnya berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Mungkin anu ya, Kemenkes yang mengawal cukup detail,” kata Pratikno saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).
Namun, saat ditanya lebih lanjut oleh awak media, Pratikno justru mengaku sedang mengantuk usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Percepatan Penanganan Pascabencana Erupsi Gunung Api Lewotobi.
“Detailnya nanti di Kemenkes ya, kamu enggak tahu saya ini agak ngantuk dikit ya,” ucapnya sembari menunjuk dirinya dan tertawa.
Sebagai informasi, Kemenkes merupakan salah satu kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK. Selain Kemenkes, Kemenko PMK juga menaungi Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kasus RY sendiri bermula ketika bocah empat tahun itu dibawa ke RSUD R Syamsudin SH pada 13 Juli 2025 dalam kondisi tidak sadarkan diri. Awalnya, ia diduga mengalami komplikasi akibat TBC. Namun, selama perawatan, tim medis menemukan banyak cacing keluar dari tubuhnya hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Peristiwa ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin.
“Saya sangat berduka atas meninggalnya ananda Raya. Ini bukan sekadar tragedi, tapi cermin masih lemahnya akses kesehatan di pedesaan, di daerah-daerah terpencil. Kita semua, terutama pemerintah, harus lebih peka dan agresif dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).
Zainul mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pemetaan serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, khususnya di wilayah pelosok Sukabumi. Ia menekankan pentingnya pendekatan jemput bola dalam upaya preventif maupun kuratif.
Ia juga mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan kondisi kesehatan warga sekitar kepada aparat desa, puskesmas, atau dinas terkait.
“Kami juga membuka posko pengaduan dan pelaporan di Dapil Sukabumi. Jika masyarakat menemukan warga yang membutuhkan bantuan, terutama terkait kesehatan, silakan langsung melapor kepada tim kami di lapangan. Kami siap menjembatani ke instansi terkait,” tutur Zainul.
Zainul memastikan pihaknya akan terus mengawal kebijakan serta anggaran yang berpihak pada peningkatan layanan kesehatan, agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.