MELIHAT INDONESIA, MADINAH – Makkah dan Madinah menjadi saksi bisu perjalanan spiritual Megawati Soekarnoputri. Presiden Kelima RI itu menunaikan ibadah umrah dengan harapan besar, tak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk tanah air yang dicintainya. Dalam sujud dan doa, ia menitipkan Indonesia yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.
“Saya memang berniat karena saya melihat Indonesia sekarang ini menurut saya tidak baik-baik saja,” ucap Megawati dalam keterangan pers, Jumat (14/2/2025). Matanya menerawang, mengingat perjalanan terakhirnya ke tanah suci pada 2012, saat masih bersama Taufiq Kiemas, suaminya yang telah berpulang.
Di Masjid Nabawi, ia menziarahi makam Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhusyukan. Bibirnya bergerak pelan, melafalkan doa-doa untuk bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan. “Tolong Indonesia ini, gimana supaya bisa kembali sejahtera,” lirihnya.
Perjalanan kali ini membawa banyak perenungan bagi Megawati. Ia melihat begitu banyak perubahan di dua kota suci dibandingkan lebih dari satu dekade lalu. “Saya kagum banget, beda sekali dari terakhir kali saya ke sini. Seperti ke Raudhah saja, wah, saya kaget sekali karena sudah bagus banget menurut saya,” ujarnya.
Di Makkah, ia kembali tertegun. Pembangunan yang masif dan fasilitas yang semakin mempermudah jemaah menjadi bukti pesatnya perkembangan Arab Saudi. “Saya banyak melihat perubahan. Berarti Saudi Arabia ini maju pesat,” lanjutnya.
Salah satu hal yang membuatnya takjub adalah kemudahan saat melakukan sa’i. Buggy car yang kini tersedia memberikan kenyamanan bagi jemaah yang membutuhkan. Begitu pula payung-payung raksasa di kompleks Masjid Nabawi yang memberikan keteduhan bagi para peziarah.
Sebagai seorang pemimpin dan tokoh bangsa, Megawati tak hanya meresapi perjalanan spiritualnya, tetapi juga menyimak rencana besar Arab Saudi ke depan. Salah satunya adalah proyek ambisius untuk meningkatkan kapasitas haji menjadi enam juta jemaah pada 2030.
“Nah, katanya targetnya 6 jutaan jemaah. Saya senang kalau betul begitu,” ungkapnya.
Megawati tak sekadar beribadah di tanah suci. Ia membawa serta keresahan dan harapan, mengadu kepada Sang Pemilik Takdir, agar Indonesia kembali menemukan jalan terbaiknya. Di bawah langit Madinah dan Makkah, doa-doa itu melangit, membawa harapan bagi negeri yang tengah menghadapi badai. (**)