Kamis, Juli 18, 2024
Beranda » Kesehatan » Dokter Cantik Ini Jelaskan Soal Jamur Malassezia, Penyebab Panu dan Ketombe

Dokter Cantik Ini Jelaskan Soal Jamur Malassezia, Penyebab Panu dan Ketombe

Melihat Indonesia

Pernah merasa terganggu gegara ketombe dan panu? Sebaiknya simak artikel ini.

Malassezia adalah genus jamur yang merupakan bagian dari flora normal kulit manusia tetapi dapat menyebabkan berbagai kondisi kulit saat pertumbuhannya tidak terkendali. Salah satu kondisi umum yang disebabkan oleh jamur ini adalah panu (pityriasis versicolor), yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau coklat di kulit.

Panu sering terjadi di area tubuh yang lembap seperti punggung, dada, dan lengan atas, di mana pertumbuhan Malassezia meningkat akibat kelembapan dan panas yang tinggi. Penyakit ini tidak berbahaya namun dapat menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyamanan serta mempengaruhi penampilan kulit.

Selain panu, Malassezia juga dikenal sebagai penyebab utama ketombe (dandruff) dan dermatitis seboroik. Ketombe ditandai dengan serpihan kulit kepala yang mengelupas dan terkadang disertai rasa gatal. Kondisi ini disebabkan oleh reaksi inflamasi terhadap produk metabolisme Malassezia yang memecah sebum, menghasilkan asam lemak bebas yang mengiritasi kulit.

Pada dermatitis seboroik, gejalanya lebih parah dan dapat mencakup kemerahan, pembengkakan, dan plak berwarna kekuningan di area kulit yang kaya akan kelenjar minyak seperti kulit kepala, wajah, dan dada.

Dokter cantik Spesialis Kulit dan Kelamin asal Purbalingga dr Indranila Kurniasari SpKK menjelaskan Malassezia furfur adalah spesies jamur lipofilik, dimorfik, dan menyerupai khamir, yang terdapat pada kulit manusia sebagai patogen oportunistik, menyebabkan penyakit seperti ketombe, panu (pityriasis versicolar), dermatitis seboroik.

Jamur Malassezia memiliki struktur morfologi yang khas dan dapat dibedakan dengan jenis fungi yang lain. Secara mikroskopik, sel Malassezia berupa sel-sel bulat, bertunas, berdinding tebal, serta hifanya pendek dan tidak lurus serta memiliki spora bulat berkelompok yang berukuran 3-8 m.

Kemudian dokter Indranila menyebutkan, Pitiriasis versikolor atau penyakit panu merupakan salah satu jenis infeksi jamur yang paling sering ditemui di permukaan kulit dan disebabkan oleh jamur Malassezia.

“Jamur yang normalnya tidak berbahaya ini dapat menyebabkan terjadinya kelainan kulit bila mereka berubah bentuk menjadi jamur tipe filamentosa patogenik yang dapat tumbuh dengan cepat,” ujarnya.

Faktor yang berperan dalam memicu pertumbuhan jamur ini adalah udara yang panas dan lembab, produksi keringat yang berlebih, kulit berminyak, gangguan sistem pertahanan tubuh, atau perubahan hormonal.

“Pitiriasis versicolor lebih sering terjadi pada usia remaja dan dewasa muda, mungkin karena adanya peningkatan produksi minyak alami kulit (sebum) oleh kelenjar keringat, sehingga Malassezia memperoleh lebih banyak suplai makanan dan dapat tumbuh lebih subur di permukaan kulit,” tandasnya.

Untuk diketahui, gejala yang sering ditemui dari penyakit ini adalah terbentuknya bercak-bercak berbentuk oval dan berbatas tegas di permukaan kulit, terutama di daerah yang banyak mengandung kelenjar keringat seperti leher, wajah, badan dan atau lengan.

Bercak ini dapat berwarna merah muda pada penderita dengan berkulit putih, dan dapat berwarna putih pucat sampai kecoklatan pada mereka yang berkulit gelap. Bercak dapat terasa gatal, terutama saat berada di tempat yang panas dan lembab, serta terlihat bersisik halus bila digaruk. (*)

Recent PostView All

Leave a Comment

Follow Us

Recent Post

Diterbitkan oleh PT. Gaspol Media Indonesia

Direktur: Rizky Kurniadi 

Pemimpin Redaksi : Roziki

Redaksi: Fathurrahman, Mayda, Zashinta, Pangesti, Kiki, Nico 

Grafis: Immanullah, Wahyu 

Keuangan dan admin: Meyta, Yusrilia

Pemasaran dan Iklan: Nadiva, Krismonika

Kantor Pusat: Kagokan RT.01/RW.04, Gatak, Sukoharjo

Biro Jateng:  Jl Stonen Kavling 7A Kota Semarang

Telp: 0811313945

Email redaksi: redaksi@melihatindonesia.id 

Email iklan: iklan@melihatindonesia.id 

Copyright @ 2024 Melihat Indonesia. All Rights Reserved

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.