Kamis, Maret 12, 2026

Dokter Tifa Ungkap Label Gibran Ngantukan Jauh Lebih Baik Dibanding Ptosis

Dokter sekaligus pakar neuroscience behavior dan epidemiolog dr Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa melontarkan pernyataan kontroversial terkait Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menanggapi materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyebut mata Gibran tampak ngantukan.

Dokter Tifa membandingkan istilah ngantukan dengan istilah medis ptosis yang sebelumnya sempat diungkapkan dokter Tompi dan ramai dibahas publik.

Menurutnya, penyebutan ngantukan jauh lebih ringan dibandingkan label ptosis yang memiliki implikasi medis serius.

Dokter Tifa menegaskan bahwa dalam pendekatan Evidence Based Medicine, ptosis tidak hanya soal kelopak mata turun.

Ia menyebut ptosis dalam sejumlah riset ilmiah berkaitan dengan gangguan mental seperti depresi, bipolar, skizofrenia, hingga penggunaan psikotropika atau narkoba.

Dokter Tifa mengklaim riset tersebut melibatkan lebih dari 4.000 subjek sehingga dianggap valid dan sulit dibantah.

Ia kemudian mempertanyakan mana label yang lebih dapat diterima oleh Gibran, disebut ngantukan oleh komika atau ptosis oleh kalangan medis.

Di tengah polemik tersebut, dokter Tifa juga mempromosikan buku terbarunya berjudul GIBRAN’S BLACK BRAIN.

Buku itu diklaim membedah perilaku dan pola pikir pemimpin melalui pendekatan neuroscience behavior, epidemiologi perilaku, dan neuropolitik.

Pernyataan dokter Tifa memicu reaksi publik karena memadukan isu kesehatan, politik, dan kritik personal terhadap pejabat negara.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Gibran Rakabuming Raka maupun Pandji Pragiwaksono terkait pernyataan tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.