Jumat, Mei 1, 2026

‘Drama Donasi’ Masih Lanjut, Agus Salim Tak Terima dan Lakukan Ini

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Agus Salim, seorang korban penyiraman air keras, kini merasa sakit hati setelah mengetahui bahwa dana donasi sebesar Rp 1,3 miliar yang sebelumnya dijanjikan untuknya dialokasikan ke korban bencana di Lewotobi, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan ini membuatnya merasa dikhianati, terutama karena ia mengaku telah menerima janji dari Marlina, salah satu pihak yang terlibat dalam penggalangan dana tersebut.

“Saya kecewa, karena sejak awal Bu Marlina menjelaskan bahwa uang itu dititipkan untuk saya. Tapi, kenapa tiba-tiba ada kabar akan dialihkan?” ujar Agus Salim dengan nada kesal.

Menuntut Pertanggungjawaban

Agus juga menuntut pertanggungjawaban dari Denny Sumargo, Gerry, dan Teh Novi, yang menurutnya telah memberikan janji-janji kosong. Ia merasa kondisi fisik dan mentalnya justru semakin hancur akibat masalah ini.

“Ucapan kalian menghancurkan fisik dan mental saya. Janji-janji kalian belum ada yang ditepati. Sampai sekarang, saya merasa ditipu,” tegasnya.

Agus bahkan mengaku telah mencabut laporan hukum terkait masalah ini sebagai bentuk itikad baik, tetapi tetap merasa diperlakukan tidak adil. “Saya sudah mencabut laporan di Farhat Abbas, tapi kalian tega memperlakukan saya seperti ini,” tambahnya.

Kehilangan Sosok Pembela

Di tengah polemik donasi, Agus juga berduka atas kepergian Alvin Lim, pengacara yang selama ini membantunya memperjuangkan hak-haknya. Menggunakan kursi roda, Agus hadir di rumah duka dan menyampaikan rasa terima kasih di depan peti jenazah Alvin.

“Saya sangat kehilangan. Pak Alvin adalah sosok yang berarti bagi saya. Semoga Allah SWT menerima beliau di sisi-Nya,” kata Agus sambil menahan tangis.

Farhat Abbas, rekan Alvin, mengungkap bahwa sebelum meninggal, Alvin masih membahas polemik donasi ini. “Semalam sebelum meninggal, Alvin sempat bicara soal donasi Rp 1,3 miliar yang akan diserahkan ke NTT,” ujarnya.

Polemik yang Belum Usai

Dana donasi yang awalnya diperuntukkan bagi Agus kini menjadi sorotan, terutama setelah keputusan untuk mengalihkan bantuan ke korban bencana di NTT. Meskipun Agus merasa dikhianati, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan lengkap mengenai perubahan alokasi dana tersebut.

Dengan konflik yang terus berlanjut, publik menunggu kejelasan mengenai pengelolaan dana donasi ini. Bagi Agus Salim, peristiwa ini tidak hanya menjadi ujian bagi fisik dan mentalnya, tetapi juga mempertaruhkan rasa kepercayaannya kepada orang-orang yang sebelumnya mendukungnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.