Sabtu, Mei 2, 2026

Dua Pendaki Hilang di Gunung Agung, Tim SAR Hadapi Tantangan Cuaca

MELIHAT INDONESIA, BALI – Pencarian terhadap dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung, Karangasem, Bali, masih terus dilakukan. Korban diketahui bernama Putu Diki Adi Warta (27) dari Mengwi, Badung, dan Ridho Adi Yudistira (22) dari Kediri, Tabanan.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, laporan terkait insiden ini diterima pada Rabu (25/12) pukul 19.00 WITA. “Laporan kami terima dari pihak keluarga dan teman pendaki yang sudah turun terlebih dahulu,” ungkapnya, Kamis (26/12).

Putu Diki dan Ridho memulai pendakian pada Selasa (24/12) dini hari bersama tiga rekannya. Kelimanya mencapai Simpang Jodoh di ketinggian sekitar 2.800 mdpl sebelum akhirnya berpisah. Tiga pendaki lainnya berhasil turun, sementara kedua korban hilang kontak.

Pencarian awal dilakukan delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Namun, upaya di malam hari terhambat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Baru pada Kamis pagi, tim gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk memaksimalkan pencarian.

“Tim SAR membagi area pencarian menjadi dua jalur, SRU 1 dari kawasan Edelweis dan SRU 2 dari arah timur Edelweis,” terang Nyoman.

Namun, pencarian menghadapi tantangan besar. Hujan deras dan kabut tebal menyulitkan visibilitas, sementara medan Gunung Agung terkenal terjal. Hingga berita ini ditulis, keberadaan kedua korban belum diketahui.

Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis Gunung Agung yang berbatu dan curam. Selain itu, cuaca yang tidak menentu membuat proses pencarian memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak membahayakan tim penyelamat.

Nyoman Sidakarya menambahkan bahwa keluarga korban terus dipantau untuk memberikan perkembangan terbaru. “Kami tetap optimistis, meski kondisi cuaca tidak mendukung. Semua pihak bekerja sama maksimal,” ujarnya.

Gunung Agung, dengan ketinggian 3.031 mdpl, menjadi salah satu lokasi pendakian populer di Bali. Namun, medan yang sulit kerap membuat pendaki kurang berpengalaman menghadapi risiko tersesat.

Kehilangan pendaki ini menjadi pengingat bagi calon pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang dan mengikuti panduan keselamatan. Tim SAR berharap pencarian segera membuahkan hasil.

Hingga sore ini, pencarian masih berlangsung intensif dengan melibatkan relawan setempat dan pihak kepolisian. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu lebih lama jika cuaca tidak membaik.

“Pencarian adalah prioritas kami. Kami akan terus berusaha hingga korban ditemukan,” tegas Nyoman. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.