Kamis, Mei 21, 2026

Fenomena Ibu Pelit Berikan ASI Alasan Takut Badan Kendor, Azabnya Ngeri Banget

Alasan takut badan pudar bisa menjadi salah satu hal yang memengaruhi keputusan seorang ibu untuk pelit atau bahkan tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) bagi anaknya.

Kecemasan akan perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk dipahami bahwa ASI sebenarnya dapat membantu dalam proses pemulihan dan membantu ibu untuk kembali ke bentuk tubuh yang sehat.

ASI membantu mengontrak rahim kembali ke ukuran normal dan membakar kalori, sehingga dapat membantu ibu untuk mengurangi berat badan secara alami.

Namun, penting untuk mengetahui bahwa penurunan berat badan setelah melahirkan adalah proses yang alami dan sebagian besar disebabkan oleh hilangnya berat badan janin, cairan, dan plasenta.

Memberikan ASI sebenarnya dapat membantu ibu dalam proses ini tanpa membahayakan kesehatannya. Penting bagi ibu untuk fokus pada kesehatan dan kekuatan tubuhnya, dan tidak terlalu khawatir tentang perubahan bentuk tubuh yang mungkin terjadi. Melalui dukungan dan pemahaman yang tepat, diharapkan ibu dapat merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam memberikan ASI kepada anak mereka.

Seperti diketahui ASI merupakan salah satu kewajiban dan tanggung jawab utama seorang ibu terhadap anaknya. ASI adalah makanan yang paling optimal dan alami untuk bayi karena mengandung zat-zat gizi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Pemberian ASI memiliki dampak positif tidak hanya bagi kesehatan bayi, tetapi juga untuk kesehatan ibu itu sendiri.

Semantara, mengutip Bincangsyariah.com, Ibnu Rajab dalam kitab Ahwal al-Qubr menyebutkan jika seorang ibu yang enggan menyusui anaknya, Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis

عن أَبُي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلانِ ، فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ ، فَأَتَيَا بِي جَبَلا وَعْرًا ، فَقَالا لِي : اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ ، فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ ، فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ قَالَ : هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ … ) فساق الحديث إلى أن قال : ثُمَّ انْطَلَقَ بِي، فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثُدِيَّهُنَّ الْحَيَّاتُ، قُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ

Dari Abu Umamah berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketika aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Keduanya membawaku ke gunung yang terjal. Mereka berkata; Naiklah!, kemudian ketika aku sampai di puncak gunung tiba-tiba terdengar suara melengking keras. Aku bertanya; ‘Apa itu?’ Mereka menjawab; ‘Itu suara penghuni neraka” Abu Umamah menceritakan terusan hadis ini, lalu…. “Kemudian keduanya berangkat membawaku lagi, ternyata ada perempuan-perempuan yang puting susu mereka digigit ular. Aku bertanya, ‘siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah wanita yang tidak ingin memberikan air susu mereka kepada anak-anak mereka.‘” (HR. An-Nasai).

Hadis ini Shahih diriwayatkan An-Nasai dalam Sunan al-Kubra, juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban berdasarkan syarat Bukhari & Muslim. Semua perawinya tsiqah (dapat dipercaya), Bukhari meriwayatkan hadis-hadis lain yang diriwayatkan perawi hadis di atas, kecuali Salim bin ‘Amir, sedang Muslim meriwayatkan dari semuanya.

Hadis ini merupakan ancaman bagi seorang ibu yang enggan memberikan asi kepada anaknya. Kelak azab yang dikisahkan Nabi dalam hadis ini akan diberikan kepada perempuan tersebut. Di alam barzakh, siksa neraka yang menantinya tersebut akan ditampakkan padanya selama ia berada dalam kubur.

Yang dimaksud dengan perempuan yang enggan memberikan air susu kepada anak mereka adalah ketika mereka tidak menyusui anak mereka saat sang anak membutuhkan air susu sebagai asupan makanan satu-satunya yang bisa dikonsumsi bayi.

Jika sang perempuan tidak bisa memberikan air susunya karena suatu alasan seperti karena air asi mampat dan tidak keluar, maka hendaknya perempuan tersebut memberikan alternatif dengan mendatangkan ibu susu yang lain, atau jika tidak memungkinkan dengan menggunakan susu sapi atau kambing yang bisa dikonsumsi sang bayi.

Dalam hadis riwayat al-Baihaqi, Rasulullah mengabarkan bahwa jika ular di neraka menyengat satu gigitan, akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Demikian juga kalajengking di neraka, ketika menggigit satu gigitan akan menyebabkan panas demam selama empat puluh musim. Wallahu’alam.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.