Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi memberhentikan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor: 02/KPTS/DPP/VIII/2025 tertanggal 15 Agustus 2025 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen Hasto Kristiyanto.
Sebagai gantinya, DPP menunjuk Ketua DPC PDIP Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jateng. Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Organisasi, menjelaskan pergantian ini dilakukan karena aturan baru partai. Merujuk AD/ART 2025 dan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025, kader yang sudah menjadi pengurus pusat tidak boleh merangkap jabatan di struktur partai daerah.
“Bahwa dalam rangka konsolidasi struktural untuk pelaksanaan konferensi daerah, konferensi cabang partai; anggota partai, kader partai yang telah diputuskan dan ditetapkan menjadi Dewan Pimpinan Partai, tidak boleh merangkap jabatan pada struktur pengurus partai di atasnya atau di bawahnya,” ujar Andreas, Kamis (21/8).
Selain Bambang Pacul, sejumlah kader lain juga diganti karena masuk struktur DPP hasil Kongres VI di Bali, di antaranya MY Esty Wijayanti yang sebelumnya Plt Ketua DPD PDIP Bengkulu, serta Sadarestuwati dari posisi Ketua DPC PDIP Jombang.
Bambang Pacul sendiri kini menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDIP periode 2025–2030. Hingga kini ia belum memberi pernyataan terkait pencopotannya dari PDIP Jateng.
Sementara itu, FX Rudy mengaku penunjukan dirinya baru disampaikan secara lisan.
“Kalau surat sudah saya baca di pdt dan kemarin jam 7 kurang lebih ditelepon oleh pak sekjen bahwa saya ditugasi oleh ketua umum untuk menjadi Plt DPD PDIP Jateng,” ujarnya.
Meski mengaku bebannya bertambah, Rudy menegaskan kesiapannya menjalankan perintah Ketua Umum.
“Dengan saya ditunjuk untuk menjadi Plt ini, saya juga merasa beban bertambah. Tapi karena ini perintah ketua umum, pasti akan saya laksanakan dengan sepenuh hati,” katanya.
Rudy juga meminta seluruh kader tak perlu khawatir. “Saya juga tidak akan melakukan pembantaian atau penggusuran… Tidak ada kelompok, yang ada hanyalah pengurus dan kader PDIP di bawah kepemimpinan ketua umum Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut kesediaannya memimpin PDIP Jateng sebagai bentuk totalitas pengabdian.
“Saya itu disuruh masuk sumur beracun, asalkan untuk kepentingan partai dan masyarakat saya lakukan. Kepala saya ini kalau diminta Ibu Ketua Umum untuk partai dan masyarakat, ya saya serahkan,” tandasnya.