Kamis, Mei 28, 2026

Gagal Total di SEA Games 2025, PSSI Resmi Berhentikan Indra Sjafri

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri menyusul kegagalan Timnas Indonesia U-22/U-23 di SEA Games 2025 Thailand. Indra tidak hanya didepak dari posisi pelatih kepala tim SEA Games, tetapi juga diberhentikan dari jabatannya sebagai direktur teknik PSSI.

Keputusan tersebut disampaikan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang juga Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dalam jumpa pers pada Selasa (16/12) malam WIB. Pemecatan dilakukan setelah PSSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil buruk Garuda Muda yang gagal lolos ke semi-final.

Timnas Indonesia U-22 yang berstatus juara bertahan dan unggulan medali emas secara mengejutkan kalah 0-1 dari Filipina pada laga pertama. Kemenangan 3-1 atas Myanmar di pertandingan berikutnya tak cukup membawa Indonesia ke babak selanjutnya karena kalah produktivitas gol dari Malaysia yang lolos sebagai runner-up terbaik. Timnas hanya mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan.

“Yang pertama, pengakhiran hubungan kerja antara coach Indra Safri dengan PSSI, dengan federasi. Berkaitan dengan pengakhiran kerja sama dengan federasi, itu secara keseluruhan, baik sebagai head coach SEA Games, dan juga sebagai bagian dari direktur teknik, sehingga yang berkaitan dengan PSSI, coach Indra terhitung hari ini (kemarin) sudah berakhir semuanya,” ujar Sumardji.

Menurut Sumardji, keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Indra Sjafri setelah diskusi dan evaluasi internal. Indra disebut menerima keputusan itu dengan sikap terbuka.

“Coach Indra Sjafri juga sudah kita ajak bicara setelah kami melakukan diskusi berkaitan dengan evaluasi SEA Games ini. Coach Indra Sjafri menerima itu dengan lapang dada, dengan ikhlas, sehingga sehingga berkaitan dengan keberadaan coach Indra Sjafri mulai hari ini sudah tidak ada lagi hubungan kerja dengan PSSI,” kata Sumardji.

Ia juga menegaskan bahwa proses pengakhiran kerja sama dilakukan sesuai kontrak yang berlaku.

“Pengakhiran hubungan kerja antara Coach Indra Sjafri dengan PSSI. Jadi berkaitan dengan pengakhiran hubungan kerja tentu hak dan kewajiban sesuai kesepaatan dan kontrak yang ada wajib untuk sama-sama menjalankan hak yang harus diterima Coach Indra Sjafri dan kewajiban yang harus dilakukan oleh federasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, BTN menyampaikan permintaan maaf kepada publik sepak bola nasional atas kegagalan di SEA Games.

“Saya pada kesempatan ini juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada publik berkaitan dengan tidak berhasilnya, tidak suksesnya gelaran SEA Games. Kita tidak bisa lolos ke semi-final, dan tentu ini sangat sangat menyulitkan dan sangat mengecewakan kita semua,” tutur Sumardji.

“Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berupaya, berusaha di badan timnas untuk bisa lebih baik lagi memperbaiki situasi yang ada saat sekarang ini.”

Tak hanya Indra Sjafri yang angkat kaki, Sumardji juga menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Manager Timnas Indonesia, baik tim senior maupun kelompok umur.

“Berkaitan dengan tugas saya, kebetulan saya juga turut mendampingi Indra Sjafri di Sea Games saya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Manager Timnas baik itu Manager Timnas Senior dan kelompok umur termasuk Sea Games saya akan menyerahkan kepada Ketua Umum agar supaya berkaitan dengan Manager Timas dicarikan sosok yang paling tepat, ikhlas, dan tanggung jawab baik ke depannya,” ucapnya.

Meski mundur sebagai manager, Sumardji menegaskan dirinya tetap bertugas di BTN dan akan fokus mempersiapkan tim nasional ke depan.

“Selanjutnya saya akan fokus di BTN karena ke depan berkaitan dengan tugas-tugas di BTN luar biasa berat di tahun ini Timnas baik senior maupun kelompok umur kecuali U-17 mengalami sesuatu yang butuh tugas ekstra, kerja ekstra, fokus dan bisa mengembalikan kejayaan timnas sebelumnya,” jelasnya.

Dengan keputusan ini, PSSI resmi menutup seluruh hubungan kerja dengan Indra Sjafri terhitung sejak Selasa (16/12/2025), sekaligus membuka lembaran baru dalam restrukturisasi tim nasional pascakegagalan di SEA Games 2025.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.