“… maaf, maaf, maaf, ayo tetap di rumah. Sakit iya, kita harus merasakan itu bersama-sama tapi demi untuk mencegah agar ini tidak meluas,”
– Ganjar Pranowo
SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak lelah mengingatkan warganya untuk patuh pada imbauan pemerintah agar melakukan social distancing mencegah penyebaran COVID-19.
Pasalnya, saat ini, dia melihat masih ada warga yang keluyuran dan melakukan aktivitas luar.
“Social distancing kita mesti terus kita evaluasi. Saya masih melihat anak-anak nongkrong, kafe-kafe ramai, tempat hiburan malam masih,” ujar Ganjar dalam pernyataan berupa video yang diunggah di akun resminya di Instagram.
Ganjar juga menyayangkan masih ada yang menggelar kegiatan perayaan agama bersama meski sudah ada imbauan untuk dihentikan sementara.
“Mohon maaf, mungkin yang masih merayakan perayaan agama, mohon maaf meskipun MUI FKUB juga sudah memberikan informasi, kita tidak boleh lelah. Kita harus menyampaikan terus pada masyarakat,” sambungnya.
Ganjar sudah meminta bupati wali kota untuk menggerakkan kekuatan sampai tingkat camat, kades/lurah, RT/RW agar terus mengimbau warga Jateng melakukan social distancing.
Dia mengapresiasi tindakan Satpol PP di Magelang dan Semarang yang langsung merazia para pelajar yang tidak belajar di rumah.
Ganjar mengaku juga mendapat keluhan dari seorang dokter yang menyayangkan masih ada warga berkumpul di tempat-tempat hiburan malam.
“Kami hanya ingin ketegasan kami ini dihormati secara bersama-sama karena ini kebutuhan kita bersama, maaf, maaf, maaf, ayo tetap di rumah. Sakit iya, kita harus merasakan itu bersama-sama tapi demi untuk mencegah agar ini tidak meluas,” tegas Ganjar.