Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa buku saku untuk mencatat langsung keluhan para korban banjir bandang dan longsor saat mengunjungi posko pengungsian di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Gibran menyambangi pengungsi di Desa Garoga dan Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru.
Setibanya di tenda pengungsian, ia berjongkok dan menyampaikan duka cita kepada warga yang kehilangan anggota keluarga.
Ia menegaskan bahwa kedatangannya merupakan perintah Presiden untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan bencana.
Gibran mendengarkan satu per satu keluhan warga meski suasana posko cukup ramai.
Ia juga mencatat berbagai aspirasi ke buku saku yang dibawanya sejak kunjungan awal di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepada seorang wanita paruh baya, Gibran berjanji bahwa rumah dan sawah yang rusak akan dibantu pembangunannya kembali.
Ia juga menenangkan seorang anak perempuan yang menangis karena sekolahnya roboh akibat banjir.
Gibran memberikan mainan kepada anak-anak korban bencana untuk mengurangi trauma mereka.
Usai dari Sumatera Barat dan Tapanuli Selatan, Gibran melanjutkan peninjauan ke Aceh Singkil, Aceh.
Sebelum kembali ke Jakarta, ia mengecek gudang logistik di Lanud Soewondo Polonia Medan sebagai titik distribusi bantuan.