Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas keterlibatannya dalam program swasembada pangan.
Hal itu disampaikan saat panen jagung serentak dan groundbreaking ketahanan pangan Polri di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menilai keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.
“Saya melihat peran Polri luar biasa, dari sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus ya harus kita akui bagus, kalau baik ya harus kita akui baik,” kata Prabowo.
Ia menyebut organisasi yang baik lahir dari pemimpin yang baik dan mengibaratkannya seperti tim sepak bola.
“Dan kalau dalam organisasinya baik, berarti pemimpinnya baik, iya kan?” katanya.
“Kalau tim kesebelasan sepakbola menang, ya berarti manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang. bener kan? Kalau nggak beres copot, sederhana,” sambungnya.
“Ini namanya hidup. Jadi jangan kau pengin jadi kapten kesebelasan sepakbola kalah…kalah…kalah pengin diperpanjang terus, ya enggak,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan panen raya jagung kuartal II dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil 1,23 juta ton.
“Selanjutnya pada hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189,760 hektare, dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton,” ucapnya.
Sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia.
“Sebanyak 100 ton hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ungkapnya.
“Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7 ribu per kg, dengan demikian diperoleh margin keuntungan Rp 500/kg,” imbuhnya.
Pujian Prabowo untuk Kapolri Jadi Sorotan, Disamakan dengan Pelatih Tim Juara
Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas keterlibatannya dalam program swasembada pangan.
Hal itu disampaikan saat panen jagung serentak dan groundbreaking ketahanan pangan Polri di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menilai keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.
“Saya melihat peran Polri luar biasa, dari sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus ya harus kita akui bagus, kalau baik ya harus kita akui baik,” kata Prabowo.
Ia menyebut organisasi yang baik lahir dari pemimpin yang baik dan mengibaratkannya seperti tim sepak bola.
“Dan kalau dalam organisasinya baik, berarti pemimpinnya baik, iya kan?” katanya.
“Kalau tim kesebelasan sepakbola menang, ya berarti manajernya baik, pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik, kontrak diperpanjang. bener kan? Kalau nggak beres copot, sederhana,” sambungnya.
“Ini namanya hidup. Jadi jangan kau pengin jadi kapten kesebelasan sepakbola kalah…kalah…kalah pengin diperpanjang terus, ya enggak,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan panen raya jagung kuartal II dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil 1,23 juta ton.
“Selanjutnya pada hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189,760 hektare, dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton,” ucapnya.
Sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia.
“Sebanyak 100 ton hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ungkapnya.
“Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7 ribu per kg, dengan demikian diperoleh margin keuntungan Rp 500/kg,” imbuhnya.