Partai Golkar menilai tudingan konflik kepentingan dalam penetapan lokasi proyek pupuk di Fakfak, Papua Barat, sarat muatan politik.
Narasi tersebut disebut sengaja dibangun untuk menjatuhkan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menyebut ada pemain politik yang mempolitisasi isu tersebut.
Menurut Mekeng, pengaitan asal daerah Bahlil dengan lokasi proyek strategis nasional dinilai keliru dan menyesatkan.
Ia menegaskan penetapan proyek strategis nasional tidak diputuskan oleh satu menteri, melainkan melalui rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden.
Mekeng menjelaskan proyek strategis nasional berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Karena itu, kata dia, Bahlil tidak memiliki kewenangan tunggal dalam menentukan lokasi proyek pupuk tersebut.
Mekeng kembali menekankan bahwa isu tersebut sengaja digiring untuk mendiskreditkan Bahlil.
Ia menilai posisi Bahlil yang strategis sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar membuatnya menjadi sasaran serangan politik.
Menurut Mekeng, Bahlil telah menjalankan tugas dengan baik dan patuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut kebijakan Presiden dijalankan Bahlil secara konsisten di kementeriannya.
Mekeng menambahkan dalam dinamika politik, serangan semacam ini wajar datang dari pihak eksternal maupun internal.