Rabu, Mei 27, 2026

Gus Baha: Begini jika Orang Indonesia Gunakan Potensi Jahat

MELIHAT INDONESIA – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, memberikan pernyataan yang menggambarkan keyakinan pada kesadaran kolektif orang Indonesia untuk tidak memanfaatkan potensi mereka dalam kegiatan yang merugikan.

Dengan menekankan hal ini, ia mendorong untuk menjaga moralitas dan integritas dalam berbagai aspek kehidupan.

Pandangan optimisnya tentang masyarakat Indonesia mencerminkan keyakinan bahwa dengan memanfaatkan potensi mereka untuk hal-hal yang positif, individu dan masyarakat dapat mencapai kemajuan yang lebih baik secara bersama-sama.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa kepercayaan Gus Baha tidak hanya menyoroti tanggung jawab individu, tetapi juga mencerminkan harapan akan pertumbuhan dan kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Dengan fokus pada pemanfaatan potensi secara positif, ia mengajak untuk membangun sebuah masyarakat yang berdasarkan pada nilai-nilai kebaikan, kerja keras, dan saling mendukung, sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan yang berkelanjutan.

Ulama yang terkenal ahli Tafsir dan ahli Al-Qur’an mengaku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya negeri ini jika masyarakat Indonesia menggunakan potensi jahat dalam dirinya.

Bahkan, bisa-bisa negara ini akan bangkrut jika masyarakatnya menggunakan potensi tersebut. Bangkrutnya karena setiap orang yang jahat masuk penjara, dan negara memiliki kewajiban memberi makan orang-orang tersebut.

“Saya cerita satu cerita ini hadis sahih di Bukhari enggak bisa dipertentangkan, ini hadis sahih di Bukhari Muslim,” kata Gus Baha mengawali perbincangan seperti yang dikutip dari Youtube Short kanal @zuhrufalqauli.

Dengan tidak diwujudkannya potensi jahat tersebut, Allah mengapresiasinya, kata Gus Baha.

“Diantara yang diapresiasi Allah itu adalah potensi jahat kita tidak menjadi, tidak kita wujudkan,” katanya.

“Kalau seluruh rakyat Indonesia, gak usah seluruh seperempatnya kita ini maling semua, itu negara miskin kok. Karena biayai kita-kita di penjara 2 tahun, 3 tahun,” katanya.

Menurutnya, jika saja separuh dari kita mentalnya membunuh, habis Indonesia. “Seperempat saja, eh sepertig saja, seperdelapan saja punya mental Killer itu digunakan habis Indonesia,” paparnya.

Ia juga menggambarkan, ketika rakyat kita, ketika tetangga kita, masyarakat kita tidak melakukan kejahatan itu adalah ketertiban yang sejati.

“Maka semua bentuk ketidakkriminalan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia itu awal dari aset bangsa ini,” ungkapnya.

“Coba kalau semua orang mencuri, habis negara untuk biayai di penjara semua orang kriminal,” ujarnta.

Dengan tidak semua masyarakat ndonesia melakukan potensi jahat yang ada pada diri manusia tersebut, maka barokahnya Indonesia baik=baik saja.

“Berkahnya mereka tidak melakukan itu, Indonesia baik-baik saja,” tandasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.