Senin, Mei 18, 2026

Inggris Ancam Israel, Akan Akui Palestina di PBB jika Serangan ke Gaza Tak Dihentikan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengeluarkan ultimatum tegas terhadap Israel terkait konflik berkepanjangan di Jalur Gaza. Dalam pernyataan pada Selasa (29/7), Starmer menyatakan bahwa Inggris akan mengakui Palestina sebagai negara dalam Sidang Umum PBB pada September jika Israel tidak menghentikan agresi dan memenuhi sejumlah syarat penting.

“Israel harus mengakhiri situasi yang mengerikan di Gaza, menyetujui gencatan senjata dan berkomitmen untuk perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan, (dan) menghidupkan kembali prospek solusi dua negara,” ujar Starmer seperti dikutip AFP.

Starmer menegaskan bahwa tujuan Inggris adalah menciptakan solusi damai antara Israel dan Palestina dengan visi dua negara yang berdampingan secara aman dan berdaulat. Namun, ia menilai bahwa prospek ini kini berada dalam ancaman, sehingga Inggris harus “bertindak.”

Starmer juga menuntut agar Israel mengizinkan PBB menyalurkan bantuan kemanusiaan, tidak melakukan aneksasi di Tepi Barat, dan mendukung solusi damai jangka panjang. Ia mendesak agar sedikitnya 500 truk bantuan dapat masuk ke Gaza setiap hari.

Di sisi lain, Starmer tetap menolak keterlibatan Hamas dalam pemerintahan Gaza, dan menyerukan kelompok itu untuk “segera membebaskan semua sandera, menyetujui gencatan senjata, melucuti senjata mereka, dan tidak terlibat dalam pemerintahan Gaza.”

Langkah Inggris ini menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang juga berencana mengakui Palestina pada September. Jika benar terlaksana, Inggris dan Prancis akan menjadi negara G7 pertama yang mengakui Palestina sebagai negara.

Reaksi keras pun datang dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut keputusan Inggris sebagai “hadiah bagi teroris Hamas” dan memperingatkan bahwa “negara jihadis di perbatasan Israel hari ini akan mengancam Inggris besok.”

Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam rencana Inggris, menyebutnya sebagai langkah politik yang merusak proses perdamaian dan justru memperkuat posisi Hamas.

Situasi ini mempertegas tekanan internasional terhadap Israel yang terus meningkat di tengah krisis kemanusiaan akut di Gaza. Lebih dari 60 ribu warga Gaza tewas, termasuk ribuan anak-anak yang menderita kelaparan ekstrem, dan ratusan ribu lainnya terluka atau menghilang.

Dengan ancaman kelaparan massal yang memburuk dan desakan global yang terus menguat, keputusan Inggris dan Prancis dapat menjadi titik balik dalam pengakuan resmi terhadap negara Palestina di forum dunia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.