Senin, Mei 18, 2026

Israel Serang Armada Global Sumud Flotilla, Gelombang Demo Guncang Eropa

Demonstrasi besar-besaran meletus di berbagai kota besar Eropa dan Amerika Latin pada Rabu (1/10/2025) waktu setempat setelah pasukan Israel mencegat dan menyerang kapal-kapal relawan Global Sumud Flotilla yang tengah menuju Gaza.

Sedikitnya 200 relawan ditangkap, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg dan 12 peserta dari Malaysia. Konvoi yang membawa 497 orang dari 46 negara itu, termasuk seorang relawan asal Indonesia bernama Muhammad Husein, diserang di perairan internasional, yang dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional.

Kapal-kapal dalam armada ini berukuran kecil, berisi 5–15 orang, dan mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Dari laporan akun resmi Global Sumud Flotilla, Kapal Florida sengaja ditabrak, sementara Yulara, Meteque, dan kapal-kapal lainnya ditembaki meriam air. Kapal Adara disebut menjadi sasaran meriam air sebelum dicegat. Semua penumpang dilaporkan tidak terluka.

Serangan ilegal terhadap kapal kemanusiaan tak bersenjata ini disebut sebagai “kejahatan perang”.

Di Istanbul, Turki, ratusan orang berkumpul di luar Konsulat AS. Mengutip TRT World, para demonstran meneriakkan slogan, berdoa untuk warga Palestina di Gaza, dan menyerukan komunitas internasional bersuara menentang apa yang mereka sebut sebagai “genosida”.

Di Roma, Italia, ratusan demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan anggota serikat akar rumput memblokir jalan di Piazza dei Cinquecento di depan Stasiun Termini. Mereka meneriakkan, “Mari kita blokir segalanya demi (armada) Sumud Flotilla dan demi Palestina.” Polisi menutup stasiun metro dan membatasi akses ke terminal.

Penyelenggara menyebut sekitar 1.000 demonstran berencana berbaris menuju Piazza Barberini. Gelombang aksi juga meluas ke Milan, di mana stasiun akhirnya ditutup polisi.

Dua serikat pekerja besar Italia, Unione Sindacale di Base (USB) dan Confederazione Generale Italiana del Lavoro (CGIL), mengumumkan pemogokan umum nasional pada 3 Oktober sebagai protes terhadap serangan Israel.

Di Barcelona dan Madrid, Spanyol, ratusan orang berunjuk rasa di depan konsulat Israel, mengecam intersepsi tersebut dan menyatakan solidaritas dengan warga Palestina.

Di Berlin, Jerman, puluhan orang berkumpul di Stasiun Sentral, sementara di Brussels, Belgia, pengunjuk rasa berbaris dari Place de la Bourse menuju Kementerian Luar Negeri Belgia.

Reuters melaporkan aksi protes serupa juga pecah di Mexico City, Meksiko dan Buenos Aires, Argentina. Di London, Inggris, para aktivis telah mengumumkan rencana protes pada Kamis (2/10).

Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Harris, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Dalam unggahan di X, ia menyebut laporan tersebut “sangat memprihatinkan” dan menggambarkan armada sebagai “misi damai untuk menyoroti bencana kemanusiaan yang mengerikan.”

Ia menegaskan bahwa Dublin memantau situasi dengan saksama, berkomunikasi dengan pejabat Uni Eropa, serta memprioritaskan keselamatan warganya yang ikut dalam misi ini.

“Fokus kami saat ini adalah membantu warga negara yang terdampak langsung dan keluarga mereka. Ini akan menjadi prioritas tim kami dalam beberapa jam mendatang,” kata Kementerian Luar Negeri Irlandia.

Kedutaan Besar Irlandia di Tel Aviv dilaporkan sedang menjalin komunikasi dengan otoritas terkait bersama negara-negara Uni Eropa lainnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.