Kamis, Mei 7, 2026

Jokowi Curiga Ada Manuver Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menilai adanya agenda politik besar yang sengaja menghembuskan isu ijazah palsu terhadap dirinya, sekaligus tuntutan pemakzulan terhadap putra sulungnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini diungkapkan Jokowi saat ditemui di kediamannya, Solo, Senin (14/7/2025). Menurut Jokowi, serangkaian isu tersebut bertujuan menurunkan reputasi politiknya pasca purnatugas sejak Oktober 2024.

“Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menanggapi santai serangan-serangan politik yang datang, termasuk dari tokoh seperti Roy Suryo dan purnawirawan TNI yang mengusulkan pemakzulan Wapres Gibran.

“Ya buat saya biasa-biasa aja lah dan biasa, ya bisa,” pungkasnya.

Dalam menghadapi kasus ijazah palsu yang kini tengah dalam tahap penyidikan di Polda Metro Jaya, Jokowi menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berjalan.

Terkait bukti ijazah asli yang selama ini dipersoalkan, Jokowi menegaskan hanya akan menunjukkannya dalam forum pengadilan sebagai bagian dari proses hukum yang transparan.

“Tapi yang jelas saya ingin menunjukkan ijazahnya di dalam sidang pengadilan nantinya,” tandasnya.

Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu menolak menunjukkan ijazahnya secara terbuka.

“Enggak, harus dalam sidang sidang pengadilan yang ada nanti akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya milik,” tegas eks Politikus PDIP tersebut.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.