Kamis, Mei 7, 2026

Kader PSI Sebut Jokowi Penuhi Kriteria Jadi Nabi

Pernyataan kontroversial kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo layak menjadi nabi, menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum, KH Ikhsan Abdullah, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kekeliruan serius yang bisa menyinggung keyakinan umat beragama. Ia mempertanyakan kewarasan logika pernyataan itu dan menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir.

“Sebagaimana Firman Allah di dalam Alquran Surat Al- Ahzab ayat 40 yang intinya menegaskan, bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Ungkapan lain Muhammad adalah Khataman Nabiyyin artinya penutup para nabi,” tuturnya.

Cuitan Dedy yang disampaikan lewat akun X itu awalnya menyinggung sisi kerakyatan Jokowi. Namun, klaim bahwa Jokowi layak menjadi nabi dinilai melampaui batas wajar dan berpotensi melukai sensitivitas keagamaan masyarakat.

Peneliti media, Buni Yani, juga turut mengkritik tajam pernyataan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk penistaan agama.

Karena isu ini isu sensitif, sejumlah netizen menganggapnya sebagai penistaan,” tulisnya dalam unggahan Facebook.

MUI mengimbau para tokoh politik untuk menjaga etika dalam berkomunikasi, menghindari pujian berlebihan yang dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.