Jumat, April 17, 2026

Kenali Gatal karena Diabetes, Wajib Tahu

MELIHAT INDONESIA, SOLO – Gatal pada kulit sering kali menjadi gejala dari masalah kesehatan tertentu, termasuk diabetes. Rasa gatal ini biasanya muncul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gatal akibat diabetes memiliki ciri khas yang patut dikenali, seperti lokasi yang spesifik di kaki bagian bawah atau telapak kaki. Intensitasnya sering menetap, bahkan terasa sangat parah jika digaruk, dan biasanya tidak disertai ruam kecuali terjadi infeksi atau iritasi akibat garukan. Beberapa penderita juga merasakan sensasi panas atau seperti terbakar pada area yang gatal.

Kondisi ini dikenal sebagai pruritus, yang terjadi karena iritasi saraf atau reseptor histamin di kulit. Risiko pruritus akan meningkat jika gula darah tidak terkontrol, terutama pada penderita diabetes yang sudah lama atau memiliki kadar gula darah tinggi. Bahkan, pada kasus diabetes tipe 2 yang lebih parah, gatal ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Gatal akibat diabetes sering kali berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah kecil dan saraf di kulit yang dipicu oleh kadar gula darah tinggi. Jika kadar gula darah tidak dikelola dengan baik, rasa gatal dapat semakin intens dan berlangsung dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab gatal ini agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menanganinya.

Mengendalikan gula darah tetap menjadi kunci utama untuk mengatasi gatal akibat diabetes. Selain itu, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi rasa gatal. Mandi dengan air hangat dan menggunakan sabun yang melembapkan dapat menjaga kelembapan kulit. Setelah mandi, keringkan tubuh dengan menepuk perlahan menggunakan handuk, terutama di sela-sela jari dan lipatan kulit. Gunakan pelembap tanpa pewangi tambahan saat kulit masih lembap untuk mencegah kekeringan.

Krim yang mengandung urea sebanyak 10-25 persen juga dapat digunakan untuk meredakan gatal, terutama sebelum tidur. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air putih agar kulit tidak kering. Jika muncul luka, segera bersihkan dengan air dan sabun, ganti perban setiap hari, dan hanya gunakan salep antibiotik sesuai anjuran dokter. Menggunakan alat pelembap udara atau humidifier juga dapat membantu menjaga kelembapan udara di rumah, sehingga kulit tidak menjadi kering.

Bagi penderita diabetes, memeriksa kondisi kulit secara rutin sangatlah penting untuk mencegah komplikasi. Jika ditemukan ruam atau kelainan kulit yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hindari mendiagnosis sendiri, karena penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan mengurangi rasa gatal yang mengganggu. Dengan pengelolaan yang baik, risiko akibat diabetes, termasuk gatal pada kulit, dapat diminimalkan. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.