Kondisi korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, mulai terungkap setelah mendapat penanganan medis intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Ia dilaporkan mengalami kerusakan serius pada mata kanan akibat paparan zat kimia.
Menurut tim medis, cairan kimia tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
“Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” ungkap keterangan pers RSCM, Senin (16/3) malam.
Untuk penanganan, Andrie menjalani pembersihan jaringan rusak dan transplantasi membran amnion, lalu dirawat di HCU luka bakar dengan penanganan tim multidisiplin.
“Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol,” terang RSCM.
Meski mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, kondisi Andrie kini dilaporkan stabil dan tidak mengancam jiwa.
“Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan,” kata RSCM.
Peristiwa penyiraman terjadi usai Andrie menyelesaikan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia pada Kamis (12/3) malam.
Polisi dari Polda Metro Jaya menduga pelaku berjumlah empat orang yang menunggu korban di kawasan Cikini.
“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini,” kata Kombes Iman Imanuddin.
Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan dan menuai sorotan terkait pasal yang digunakan.