Selasa, April 28, 2026

Mahathir Mohamad Dirawat karena Infeksi Pernapasan, Kesehatan Sang Tokoh Penting Malaysia Kembali Menjadi Sorotan

MELIHAT INDONESIA, KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, kembali menjadi perhatian setelah dilarikan ke rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan. Tokoh yang pernah memimpin Malaysia dalam dua periode ini, pada usia 99 tahun, menghadapi tantangan kesehatan yang tak terelakkan seiring bertambahnya usia.

Mahathir dirawat di Institut Jantung Nasional pada Selasa (15/10) malam waktu setempat setelah mengalami gangguan pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bawah menjadi alasan utama perawatannya, yang menurut ajudannya, Sufi Yusoff, akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Kesehatan yang Terus Menjadi Sorotan Sejak beberapa tahun terakhir, Mahathir sering kali harus berhadapan dengan masalah kesehatan, terutama terkait jantung. Pada Juli lalu, ia juga sempat dirawat akibat batuk yang tak kunjung sembuh. Bahkan, di awal tahun ini, Mahathir harus menghabiskan hampir tiga bulan untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sosok Mahathir yang dikenal luas sebagai pemimpin tertua di dunia ini, pernah dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia, pertama dari tahun 1981 hingga 2003, dan kedua kali dari tahun 2018 hingga 2020. Kembalinya Mahathir ke panggung politik pada usia 92 tahun menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam politik internasional.

Pemimpin dengan Peran Besar di Malaysia Perjalanan karier Mahathir tidak hanya mewarnai sejarah Malaysia, tetapi juga membawa perubahan signifikan bagi negara tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, terutama berkat reformasi pajak, privatisasi perusahaan negara, serta kebijakan pro-investasi asing yang ia terapkan.

Mahathir juga dikenal karena usahanya menjembatani perpecahan etnis di Malaysia melalui Kebijakan Ekonomi Baru (NEP) yang digantikan oleh Kebijakan Pembangunan Baru pada tahun 1991. Di masa pemerintahannya, Malaysia berhasil mengurangi tingkat kemiskinan, meningkatkan harapan hidup, serta mengembangkan sektor manufaktur yang menjadi motor penggerak ekonomi negara.

Akhir dari Karier Politik yang Penuh Warna Namun, periode kedua Mahathir sebagai Perdana Menteri berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Konflik internal di partainya menjadi alasan utama pengunduran dirinya pada tahun 2020, diikuti kekalahan dalam pemilihan umum 2022, yang menandai titik akhir dari karier politik panjang Mahathir.

Kini, meskipun tak lagi aktif dalam kancah politik, nama Mahathir masih dihormati sebagai sosok yang berjasa besar bagi pembangunan Malaysia. Kesehatannya yang kembali menurun menjadi pengingat bahwa sang negarawan telah memberikan seluruh hidupnya bagi bangsa.

Semoga, Mahathir Mohamad segera pulih dari kondisi kesehatannya dan terus memberikan inspirasi bagi generasi selanjutnya.(**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.