Selasa, Mei 26, 2026

Makanan Kedaluwarsa Dijual di Kereta Makan, KAI Services Angkat Bicara

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Seorang penumpang kereta mengeluh mendapat makanan kedaluwarsa saat membeli makanan di atas gerbong.

Makanan kedaluwarsa itu dibeli dari gerbong kereta makan Kereta Api Lodaya, relasi Bandung-Solo Balapan, yang ia tumpangi.

Penumpang tersebut kemudian mengunggah temuannya ke media sosial X atau dulu bernama Twitter.

PT Reska Multi Usaha atau KAI Services buka suara terkait makanan kedaluwarsa yang masih dijual di gerbong kereta makan tersebut.

Manajer Humas KAI Services Nyoman Suardhita mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait temuan makanan kedaluwarsa di gerbong kereta makan.

“Soal makanan expired itu, kami saat ini juga lagi melakukan pengecekan untuk menindaklanjuti kenapa bisa begitu,” ujarnya, Rabu (19/6/2024).

Temuan makanan kedaluwarsa yang masih dijual di gerbong kereta makan itu bermula ketika salah satu penumpang kereta api mengeluhkan kondisi makanan yang dipesannya melalui media sosial X (dulunya Twitter).

Penumpang tersebut mengaku membeli menu nasi sapi lada hitam di gerbong kereta makan KA Lodaya relasi Bandung-Solo Balapan pada Selasa (18/6/2024).

Namun, makanan tersebut ternyata sudah lewat masa berlakunya. Di kemasannya, tertera kode expired yang menunjukkan 9 Juni 2024.

“(Kejadiannya) di kereta Lodaya, kemarin,” ungkap Nyoman.

Terkait kejadian tersebut, KAI Services menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang tersebut.

Pihak KAI Services telah menguhubungi penumpang yang tidak sempat melapor ke petugas kereta saat mendapat makanan kedaluwarsa yang dibelinya itu.

“Penumpangnya sendiri sudah kami hubungi. Kami juga sudah meminta maaf,” terang Nyoman.

Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan penumpang dengan memberikan nomor telepon khusus dari KAI Services.

Selama ini, Nyoman memastikan bahwa pihaknya selalu melakukan pengecekan status kedaluwarsa dan kondisi stok makanan yang dijual di gerbong kereta makan.

“Kita selalu pengecekan untuk status kondisi stoknya. Kita juga lakukan stock opname. Dan itu makanannya dijamin fresh semua,” kata Nyoman.

Oleh sebab itu, pihaknya kini tengah menindaklanjuti mengapa bisa muncul temuan makanan kedaluwarsa di gerbong kereta makan.

Saat ditanya terkait kompensasi yang diberikan, Nyoman tidak menjawab dengan lugas.

Ia hanya menyampaikan bahwa pihaknya sudah menghubungi penumpang dan melakukan pemantauan terhadap kondisi penumpang tersebut.

“So far (Sejauh ini) sih kondisi penumpang enggak ada apa-apa. Tapi bagi kami ini harus dievaluasi juga,” ucapnya.

Ke depannya, Nyoman mengimbau kepada penumpang kereta api untuk segera melapor jika menerima makanan kedaluwarsa di gerbong kereta makan.

Penumpang bisa melapor ke petugas kereta api, kondektur yang sedang bertugas, atau menghubungi nomor kondektur yang tertera di rangkaian kereta.

Penumpang juga bisa mendatangi langsung kereta makan yang berada di pertengahan, yakni antara gerbong 5 dan 4 atau gerbong 9 dan 10.

“Kalau langsung melapor sudah pasti makanan kedaluwarsa akan diganti. Itu SOP-nya sudah pasti diganti dengan yang baru,” tandas Nyoman. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.