MELIHAT INDONESIA – “Menyala Abangku!!” kita wajib bangga dengan prestasi yang dihasilkan oleh anak Indonesia.
Prestasi ini bisa berupa pencapaian di bidang olahraga, seni, pendidikan, atau bidang lainnya yang membuat bangsa Indonesia merasa bangga.
Ketenaran dan keberhasilan yang diraih oleh anak-anak Indonesia tidak hanya menginspirasi negara sendiri, tetapi juga memperoleh pengakuan dan apresiasi dari dunia internasional.
Prestasi anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi sumber kebanggaan nasional, tetapi juga mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia.
Mereka adalah bukti bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dedikasi, siapa pun bisa meraih impian dan mencapai kesuksesan di tingkat global.
Dengan demikian, pencapaian anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi suatu kebanggaan, tetapi juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi mendatang untuk terus berusaha dan mengukir prestasi yang lebih besar lagi.
Mengtip digital360.id, yuk intip anak yang berprestasi dari berbagai bidang akademis maupun non akademis disini!
- Hendrik Meo Tnunay – Anak Berprestasi Pemenang International Online Abacus Olympiad (IAO)

Anak berprestasi kali ini berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau biasa dipanggil dengan sebutan Nono.
Siapa yang sangka anak berumur 8 tahun ini sangat berprestasi dalam dunia matematika? Walaupun menempuh pendidikan di wilayah pedalaman, Nono memiliki kecerdasan diatas rata-rata anak seusianya.
Nono mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara pertama lomba matematika tingkat internasional yang diselenggarakan International Online Abacus Olympiad (IAO).
Bahkan ia menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil mengambil gelar juara tersebut. Nono berhasil mengalahkan 7.000 anak dari seluruh dunia mulai dari Amerika Serikat, Kanada, hingga Uni Emirat Arab. Wahh sangat jenius bukan?
Sebelumnya Nono pernah mengikuti kompetisi itu namun ia hanya mendapatkan posisi juara ketiga, lantaran listrik dirumahnya padam. Miris bukan?
Namun Nono tidak patah semangat, ia berusaha untuk meraih gelar juara pertama dalam International Online Abacus Olympiad (IAO) pada tahun 2022.
Dan berhasil! Ia mengikuti kompetisi tersebut dengan mengerjakan soal selama setahun penuh.
Sebanyak 15.201 berhasil Nono kerjakan secara virtual atau daring, ada pula soal listening dengan bahasa inggris yang berhasil Nono kerjakan.
Indonesia sangat bangga memiliki siswa 2 sd yang sangat berprestasi seperti Nono. Sikap pantang menyerah dari seorang anak berusia 8 tahun ini, perlu kita tiru bukan?
- Putri Ariani – Anak Berprestasi yang Memiliki Suara Indah

Siapa yang tidak kenal dengan Putri Ariani? Seseorang yang memiliki suara indah hingga menjadi sorotan baik di kancah nasional hingga internasional.
Ia mengikuti kompetisi America’s Got Talent ke-18 dan meraih Golden Buzzer dari Simon Cowell. Sebelumnya, Putri Ariani pernah mengikuti Indonesia’s Got Talent pada tahun 2014 dan berhasil meraih posisi sebagai pemenang dalam usia 9 tahun.
Putri Ariani berasal dari Riau, dan berprestasi dalam dunia musik. Walaupun memiliki kekurangan sebagai anak tunanetra, ia tidak pernah patah semangat. Karena kecintaannya pada dunia musik, ia mempelajarinya secara autodidak tanpa mengikuti les vokal. Ia mulai tampil bernyanyi di panggung sejak usia 7 tahun.
Sejak tahun 2018 Putri Ariani sangat produktif dalam menulis dan merilis lagu. Hingga tahun 2023 ini, ia telah mengeluarkan karyanya kurang lebih sebanyak 28 lagu.
Diantaranya yang belakangan ini viral berjudul Mimpi dan Loneliness. Sebelumnya ia juga aktif di media sosial dengan meng-cover beberapa lagu terkenal.
Karena prestasinya tersebut, Putri Ariani mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk mendapatkan beasiswa di The Juilliard School New York.
Sejak kecil ia memang bercita-cita untuk berkuliah di kampus tersebut. Semoga Putri Ariani dapat meraih cita-citanya dan terus menginspirasi anak-anak di Indonesia ya!
- Nyimas Bunga Cinta – Anak Berprestasi yang Suka Skateboard

Anak perempuan berprestasi kali ini bernama Nyimas Bunga Cinta. Ia adalah atlet skateboard yang berusia 15 tahun namun sudah menyumbang berbagai medali untuk Indonesia.
Namanya mulai melambung ketika ia mengikuti Asian Games tahun 2018 dan berhasil meraih medali perunggu.
Coba tebak apa yang menarik? Ia meraih penghargaan tersebut pada usia 12 tahun dan menjadi atlet termuda peraih medali di Asian Games.
Setelah memenangkan Asian Games, ia mulai berani untuk mengikuti kompetisi internasional lainnya seperti Southeast Asian (SEA) Games pada tahun 2019 dan berhasil meraih dua medali sekaligus.
Medali perunggu dan medali perak. Ia juga pernah meraih medali emas pada tahun 2019 kejuaraan Women Vanspark Series Regionel Asia di Singapura.
Nyimas juga mengikuti ajang Dew Tour tahun 2021 dan berhasil menempati urutan ke-23 dari 41 skater. Ajang tersebut merupakan kualifikasi untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020.
Walaupun belum berhasil pada peringkat 20 besar. Namun, pencapaian Nyimas sudah cukup berprestasi dalam kompetisi Internasional.
Saat ini Nyimas terus mengasah kemampuannya dalam dunia skateboard, ia rajin berlatih bersama pembimbing, komunitas, dan para pemain skateboard lainnya.
- Yuma Soerianto – Anak Berprestasi yang Menerima Beasiswa Apple

Seorang anak berbakat selanjutnya adalah Yuma Soerianto. Bagi para programmer, nama anak yang saat ini berusia 16 tahun ini tidaklah asing. Ia sempat viral dengan aplikasi-aplikasi yang telah dibuatnya.
Yuma merupakan anak berdarah Indonesia yang tinggal di Australia. Meski tinggal di luar negeri, Yuma memiliki darah Indonesia yang berasal dari Ayahnya Hendri Soerianto.
Yuma adalah pengembang aplikasi termuda yang mendapatkan beasiswa Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) di Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu.
Ia mengenal coding menggunakan Swift Playgrounds yang merupakan aplikasi iPad isinya berupa sarana pembelajaran bahasa prmograman yang interaktif.
Yuma menyelesaikan seluruh tutorial di aplikasi tersebut dengan cepat. Kurang dari setahun, ia membuat lima aplikasi di App Store pada saat usianya 10 tahun.
Diantaranya Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke. Dalam ajang Apple Worldwide Developer Conference (WWDC) ia menaarik perhatian banyak orang, salah satunya CEO Apple Tim Cook.
Yuma menjadi sosok pengembang aplikasi paling muda dan disorot media Internasional. Nama Soerianto-nya pun ikut mengharumkan nama Indonesia. (**)