Insiden mencekam terjadi di Desa Hu’u, Dompu, Nusa Tenggara Barat, saat sebuah mobil patroli Polsek Hu’u menabrak delapan sepeda motor dan dua rumah warga pada Minggu pagi (6/7/2025).
Kecelakaan ini mengakibatkan enam orang terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Pengemudi mobil adalah Briptu Imansyah, anggota Polsek Hu’u, yang diduga kehilangan kendali saat berkendara dengan kecepatan tinggi dari arah Pantai Lakey.
Menurut Kasi Humas Polres Dompu AKP Zuharis, kendaraan dinas itu pertama kali menyeruduk motor yang terparkir di pinggir jalan, lalu melibas pengendara lain serta dua bangunan warga sebelum akhirnya terguling ke parit.
Warga menduga Briptu Imansyah berkendara dalam kondisi mabuk setelah sebelumnya terlihat mengonsumsi minuman keras di Pantai Lakey.
Salah satu saksi mata, Bala Sape, menceritakan bagaimana ia nyaris menjadi korban.
Ia menyebut sempat berpapasan dengan korban kritis Khaeril sebelum mobil patroli tiba-tiba menyeruduk dari belakang.
Usai kejadian, Briptu Imansyah disebut langsung mencari ponsel dan meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.
Kapolres Dompu, AKBP Sodikin F. Nur, menyayangkan insiden ini dan memastikan bahwa anggotanya sedang diperiksa.
Ia belum mengonfirmasi dugaan mabuk, namun menegaskan fokus utama pihaknya adalah penanganan korban dan menjaga situasi tetap kondusif.
Musyawarah dengan keluarga korban sedang dilakukan, termasuk kemungkinan ganti rugi atas kerugian material dan biaya pengobatan.
Berikut daftar korban luka:
1. Khaeril (30): luka serius di wajah, tangan, perut, dan kaki
2. Agus Salim (34): luka robek di kelopak mata dan jari
3. Landa (2): luka di pelipis, wajah memar, dan lecet tangan
4. Sudirman (34): luka di kepala dan kaki
5. Sri Handayani (40): lecet di perut dan paha
6. Damri (29): luka di tangan, kaki, dan leher
Warga berharap pelaku diproses secara adil dan transparan. Sementara itu, kejadian ini menambah daftar kasus pelanggaran etika dan hukum oleh oknum aparat, yang memicu keresahan di tengah masyarakat.