Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali mencuri perhatian publik setelah menyampaikan pernyataan unik saat menghadiri acara Jimly Award di Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.
Dengan gaya khasnya yang lugas namun diselingi humor, Pigai mengatakan bahwa dirinya adalah sosok yang pintar, namun selama ini sengaja menyembunyikan kepintarannya.
“Saya ini pintar, tapi pintarnya saya sembunyikan,” ujar Pigai disambut tawa para tamu undangan.
Ucapan tersebut muncul ketika Pigai mengenang perjalanan panjangnya sebelum menjadi pejabat publik.
Ia menceritakan masa-masa saat mengikuti seleksi calon Komisioner Komnas HAM beberapa tahun lalu.
Dalam proses itu, Pigai mengaku sempat ditolak oleh banyak pihak, termasuk dari kalangan LSM dan militer.
“Waktu itu banyak yang menolak saya. Dari LSM, TNI, dan berbagai pihak. Tapi akhirnya saya tetap lolos seleksi,” kenangnya.
Ia juga membagikan kisah saat Prof. Jimly Asshiddiqie, yang kala itu menjadi bagian dari tim seleksi, bertanya siapa dirinya sebenarnya.
Pigai menjawab bahwa dirinya mewakili kelompok masyarakat yang sering menjadi korban pelanggaran HAM.
Jawaban itu membuat Jimly menilainya sebagai pribadi yang cerdas.
“Jimly bilang, ‘kau ini pintar juga ya’. Nah, dari situ saya sadar, kepintaran itu kadang tidak perlu ditunjukkan dulu. Kalau semua tahu kita pintar, bisa-bisa tidak dikasih kesempatan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Pernyataan Pigai tersebut sontak menarik perhatian publik karena dianggap mencerminkan kepribadiannya yang tegas, jujur, namun tetap sederhana dan reflektif.
Banyak yang menilai pernyataannya menunjukkan sisi humanis dari seorang pejabat yang kerap berbicara blak-blakan.
Dalam kesempatan itu, Pigai juga menekankan bahwa menjadi pejabat publik bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang kesabaran dan kepekaan sosial.
“Yang penting bukan seberapa pintar kita, tapi seberapa bisa kita menahan diri dan bekerja untuk rakyat,” tutupnya di hadapan para tamu undangan.