Sabtu, April 18, 2026

Panglima Militer TPNPB Akui Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Enam Guru di Yahukimo

MELIAHT INDONESIA – Panglima militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara resmi mengaku sebagai pihak bertanggung jawab atas serangan di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, 21 Maret 2025 kemarin.

Serangan tersebut menelan 6 korban jiwa, yang terdari dari guru dan tenaga medis.

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakah pihaknya bertanggung jawab atas serangan dan pembunuhan tersebut.

Menurutnya, pasukan TPNPB melakukan serangan dan pembunuhan berdasarkan pernyataan Panglima TNI bahwa guru dan tenaga kesehatan yang dikirim ke Papua adalah anggota TNI.

“Kami siap bertanggung jawab atas pembunuhan agen intelijen Indonesia yang berprofesi sebagai guru,” ucap juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom.

Panglima TPNPB-OPM Komando Derah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo, Elkius Kobak, mengaku memerintahkan penyerangan terhadap enam guru di Distrik Anggruk.

Ia mengeklaim para korban adalah agen intelijen Indonesia.

Elkius Kobak menyebut aksi itu sebagai respons terhadap pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang mengatakan prajurit militer ditugaskan sebagai tenaga pengajar di Papua.

“Saya perintahkan pasukan untuk melakukan pembunuhan terhadap enam orang anggota TNI yang berprofesi sebagai guru,” katanya.

Namun, hingga kini tak ada bukti yang mendukung klaim TPNPB bahwa keenam guru tersebut adalah agen intelijen TNI.

Tuduhan TPNPB-OPM hanya merujuk pada pernyataan Panglima TNI tentang penugasan prajurit sebagai tenaga pendidik dan kesehatan di Papua.

Pasukan TPNPB-OPM dari Eden Sawi dan Sisipia menyerang serta mengimbau tenaga pengajar dan kesehatan keluar dari zona konflik.

Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Candra Kurniawan, menyatakan enam korban diduga tewas akibat dibakar hidup-hidup di dalam sekolah.

Kolonel Inf Candra Kurniawan, menegaskan enam korban serangan TPNPB-OPM di Yahukimo adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan agen intelijen.

Ia menegaskan tuduhan OPM yang menyebut para guru sebagai agen militer tidak berdasar.

Menurutnya, kelompok bersenjata itu hanya mencari alasan untuk membenarkan aksinya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.