Sabtu, April 18, 2026

Pasang Baliho Dimana-mana, Elektabilitas Puan dan Airlangga Tetap Rendah

JAKARTA – Elektabilitas politikus PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto tetap rendah meski gencar memasang billboard maupun baliho di sejumlah daerah.

Hal itu terlihat pada hasil survei terbaru terkait kandidat calon presiden untuk Pilpres 2024 yang diselenggarakan Lembaga survei Charta Politika Indonesia pada periode 12-20 Juli 2021.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan awalnya melakukan simulasi elektabilitas terhadap 10 nama potensial sebagai kandidat capres ke depan yang juga kerap muncul di lembaga-lembaga survei lainnya.

“Kita lihat 10 nama, Ganjar Pranowo berada di tingkat pertama 20,6 persen, Anies Baswedan menyusul 17,8 persen, Prabowo 17,5 persen,” kata Yunarto dalam paparannya disiarkan secara daring, Kamis (12/8).

Sementara posisi selanjutnya ada nama Sandiaga Uno dengan elektabilitas 7,7 persen, lalu Ridwan Kamil dengan 7,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 4,2 persen. Disusul oleh Tri Rismaharini dengan 3,6 persen elektabilitas, lalu Erick Thohir juga dengan 1,8 persen.

Yunarto memaparkan, diurutan dua paling buncit justru diisi oleh dua nama yang menjadi sorotan akhir-akhir ini terkait dengan marak balihonya, yaitu Puan Maharani dengan elektabilitas hanya 1,4 persen dan Airlangga Hartarto 1,0 persen.

“Yang menarik, kita melihat dua sosok nama yang cukup masif dan sedang dibahas karena banyak billboardnya dan balihonya dan bisa dikatakan tokoh utama partai dan pemilik partai. ternyata ketika diuji di 10 nama berada di peringkat terbawah,” tuturnya.

“Ada Puan Maharani 1,4 persen dan Airlangga 1 persen,” sambungnya.

Bahkan, hasil survei menunjukkan bahwa basis pendukung PDIP lebih memilih Ganjar Pranowo dibanding Puan Maharani sebagai presiden.

Sedangkan untuk pendukung Golkar, mayoritas memilih Sandiaga Uno dibanding Airlangga Hartarto.

Dari survei itu, Yunarto menilai tidak ada korelasi linear antara pemasangan baliho dengan elektabilitas.

 “Bisa diasumsikan bahwa banyaknya jumlah atribut dalam bentuk baliho dan billboard bahkan viral di sosmed bisa dikatakan tidak berkorelasi linear terhadap tingkat elektabilitas,” katanya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.