Sabtu, April 18, 2026

Paus Fransiskus Masih Kritis, Vatikan Laporkan Kondisi Terbaru

MELIHAT INDONESIA, ROMA – Vatikan mengonfirmasi bahwa kondisi Paus Fransiskus masih dalam keadaan kritis setelah menjalani perawatan intensif selama sepuluh hari di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Sejak dilarikan ke rumah sakit pada 14 Februari lalu, kesehatan pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu terus menjadi perhatian dunia.

Meskipun dalam kondisi serius, Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun tidak mengalami serangan pernapasan baru dalam 24 jam terakhir. Hal ini sedikit memberikan harapan bagi umat Katolik yang terus mendoakan kesembuhannya.

Menurut pernyataan resmi Vatikan, Paus tetap dalam keadaan sadar dan terus menjalani perawatan medis intensif. Oksigen tekanan tinggi melalui kanula hidung masih digunakan untuk membantu pernapasannya.

“Kondisi Bapa Suci tetap kritis; namun sejak malam kemarin, tidak ada krisis pernapasan lainnya,” demikian pernyataan Vatikan yang dikutip dari AFP.

Selain itu, Paus Fransiskus telah menerima transfusi dua kantung darah merah terkonsentrasi untuk membantu kestabilan tubuhnya. Meskipun kadar trombositnya masih dalam batas aman, tes darah terbaru menunjukkan adanya tanda-tanda awal gagal ginjal ringan. Saat ini, tim medis terus memantau kondisi tersebut dengan ketat.

Dokter Vatikan menyebutkan bahwa meskipun situasi klinisnya cukup kompleks, mereka masih menunggu respons terhadap pengobatan yang diberikan untuk menentukan langkah medis selanjutnya.

Dalam kondisi sakit, Paus tetap menunjukkan keteguhan iman. Pada Minggu (23/2) pagi, ia mengikuti misa dari kamar perawatannya di Rumah Sakit Gemelli. Upacara ini dihadiri oleh para perawat dan staf medis yang merawatnya.

Paus Fransiskus pertama kali dilarikan ke rumah sakit setelah didiagnosis mengalami bronkitis akut yang kemudian berkembang menjadi pneumonia ganda. Penyakit ini membuatnya mengalami kesulitan bernapas hingga harus mendapatkan perawatan intensif.

Pada Sabtu (22/2), ia sempat mengalami serangan pernapasan yang cukup parah, yang membuat tim medis Vatikan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisinya. Namun, dalam perkembangan terbaru, keadaan Paus relatif lebih stabil dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Seluruh dunia, khususnya umat Katolik, terus menggelar doa bersama demi kesembuhan Paus Fransiskus. Sosok yang dikenal sebagai pembawa perdamaian dan reformasi dalam Gereja Katolik ini telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang di seluruh penjuru dunia.

Sejak terpilih sebagai Paus pada 2013, Fransiskus dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat kecil, kerap menyerukan keadilan sosial, serta berperan aktif dalam isu-isu kemanusiaan global. Oleh karena itu, kesehatannya menjadi perhatian utama bagi umat Katolik dan pemimpin dunia.

Vatikan masih merahasiakan detail spesifik mengenai langkah medis yang akan diambil jika kondisi Paus memburuk. Namun, tim dokter terus memantau perkembangan kesehatannya dengan penuh kewaspadaan.

Sementara itu, sejumlah kepala negara dan pemimpin agama dari berbagai belahan dunia telah menyampaikan dukungan serta doa bagi kesembuhan Paus Fransiskus. Pesan solidaritas mengalir dari berbagai kalangan, mencerminkan besarnya pengaruh dan kasih sayang dunia terhadapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan Paus Fransiskus memang menjadi sorotan. Ia telah menjalani serangkaian operasi dan perawatan medis akibat berbagai masalah kesehatan, termasuk komplikasi pada paru-paru dan gangguan usus.

Meskipun mengalami kondisi yang semakin melemah, Paus Fransiskus tetap menunjukkan semangatnya dalam menjalankan tugas-tugas kepausan. Ia bahkan masih menyampaikan beberapa pesan dan doa bagi umat Katolik di tengah kondisinya yang kritis.

Keputusan mengenai apakah Paus Fransiskus akan tetap menjalankan tugasnya atau mempertimbangkan pengunduran diri, seperti yang pernah dilakukan Paus Benediktus XVI, masih menjadi spekulasi. Namun, Vatikan hingga kini belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal tersebut.

Sejumlah analis di Vatikan menyebutkan bahwa jika kondisi kesehatannya terus memburuk, langkah-langkah darurat mungkin akan dipertimbangkan. Beberapa uskup senior disebut telah mulai berdiskusi mengenai kemungkinan suksesi kepemimpinan.

Meskipun begitu, harapan agar Paus bisa pulih dan kembali menjalankan tugasnya tetap menjadi doa utama bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Vatikan dijadwalkan memberikan pembaruan mengenai kondisi Paus dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Gereja Katolik di berbagai belahan dunia terus menggelar misa dan doa bersama demi kesembuhannya.

Perkembangan kesehatan Paus Fransiskus akan terus dipantau, sementara dunia menanti dengan harap-harap cemas akan kabar baik dari rumah sakit tempatnya dirawat. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.