Jumat, April 17, 2026

Pemkab Blora Jadikan Wedding Festival 2025 Sebagai Pusat Ekonomi Kreatif

Selain UMKM, event memang menjadi ajang untuk mendorong ekonomi di setiap daerah. Hal itu yang kini sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Blora dan berbagai pihak lewat Blora Wedding Festival (BWF).

Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini secara resmi membuka Blora Wedding Festival (BWF) 2025 pada Jumat (22/8/2025) di Gedung Graha Larasati.

Acara yang berlangsung tiga hari ini (22–24 Agustus) menjadi penyelenggaraan tahun kedua, setelah sukses menyedot perhatian masyarakat dan pelaku industri kreatif pada gelaran perdananya tahun lalu.

Dalam sambutannya, Sri Setyorini menekankan bahwa festival ini bukan sekadar pameran pernikahan, melainkan ruang kreatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Blora Wedding Festival merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif.

Melalui kegiatan ini, industri pernikahan di Blora bisa tumbuh lebih terintegrasi, melibatkan banyak sektor mulai dari wedding organizer, fashion designer, dekorator, fotografer, hingga UMKM kuliner dan kerajinan,” ujarnya.

Tahun ini, BWF 2025 mengusung tema “Sasmitaning Lembayung”. Filosofi Jawa ini menggambarkan senja sebagai tanda peralihan, simbol ketenangan, sekaligus awal dari fase baru—selaras dengan makna pernikahan itu sendiri.

Panitia berharap, filosofi tersebut dapat menginspirasi pasangan calon pengantin, sekaligus menjadi momentum memperkuat identitas budaya Blora.

Pembukaan BWF turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Ketua PN Blora Nunung Kristiyani, Ketua Dekranasda Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman, perwakilan Kodim, Polres, dan sejumlah kepala OPD.

Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh pemerintah terhadap geliat industri kreatif yang lahir dari masyarakat.

Ketua Panitia BWF 2025, Nesya, menegaskan bahwa sektor pernikahan memiliki ekosistem ekonomi yang luas dan mampu menggerakkan perekonomian daerah.

“Industri kreatif, terutama bidang pernikahan, menyimpan potensi luar biasa. Festival ini menunjukkan bahwa Blora mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, sekaligus destinasi menarik untuk wedding tourism,” katanya.

Selama tiga hari, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai kegiatan, di antaranya:

  • Wedding Expo: menghadirkan 25 vendor dengan layanan lengkap mulai tata rias, dekorasi, fotografi, hingga katering.
  • Fashion Show: menampilkan gaun pengantin, busana adat, hingga karya desainer kontemporer lokal dan regional.
  • Seminar & Talkshow: menghadirkan praktisi pernikahan yang berbagi tips serta inspirasi.
  • Workshop Kreatif: pelatihan tata rias, pembuatan hantaran, hingga fotografi wedding.
  • Pagelaran Seni Budaya: mempersembahkan kesenian tradisional Blora untuk memperkuat identitas lokal.
  • Food & Fashion Bazaar: lebih dari 30 tenant kuliner, fesyen, dan UMKM lokal turut meramaikan, dengan spot foto estetik dan area nongkrong instagramable.

Blora Wedding Festival kini tak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah.

Dengan kolaborasi lintas sektor, acara ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem industri pernikahan yang solid, sekaligus mempertegas jati diri Blora sebagai kabupaten dengan daya saing tinggi di bidang ekonomi kreatif dan budaya.

“Blora Wedding Festival memiliki visi besar: menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda kreatif sekaligus panggung yang menyatukan semangat cinta dan karya,” pungkas Nesya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.