MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Seorang pemuda bernama Tito Susanto tega menusuk ayahnya dengan pisau dapur. Kini, di hadapan jaksa, Tito mengaku menyesal.
Tito mengatakan, peristiwa berdarah tersebut terjadi di kediamannya di Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Minggu (26/1/2025) malam.
Ketika itu Tito sedang dalam pengaruh minuman keras. Sesampainya di rumah sekira pukul 23.00, Tito tiba-tiba teringat pernah diancam sang ayah menggunakan sajam jenis parang.
Cekcok antara anak dan ayah pun tak bisa dihindarkan. Bahkan, upaya kakek dan nenek yang berupaya melerai tidak berhasil.
Kemarahan Tito justru semakin menjadi. Ia mengambil dua pisau dapur dan sempat mengajak sang ayah berkelahi satu lawan satu menggunakan pisau tersebut.
Namun, sang ayah memilih menyingkirkan pisau dan merangkul tersangka untuk menenangkan agar tidak menjadi keributan.
Dasar anak tak tau diri, saat dipeluk, Tito yang masih memegang pisau malah tega menusuk bagian perut sang ayah.
Ayahnya yang bernama Sutiyono pun bersimbah darah. Ia lantas dilarikan ke rumah sakit. Beruntung nyawanya tertolong.
Penyesalah selalu datang terakhir. Tito sekarang menyesal. Pemuda bertato ini tak kuasa menahan tangis saat digelandang ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang.
“Saya menyesal sekali,” ucap Tito sembari menangis sesenggukan.
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari, Sarwanto mengatakan penusukan yang dilakukan tersangka Tito merupakan tindak pidana.
“Tersangka dijerat pasal 44 ayat 2 UU No 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).
Sembari menunggu diadili di pengadilan, tersangka Tito ditahan di Rutan Kelas I Semarang. (*)