Minggu, April 19, 2026

Permintaan Tegas Wapres Ma’ruf Amin soal Serangan Terhadap TNI di Lebanon: Indonesia Minta DK PBB Bertindak

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan desakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan tegas menyusul serangan militer Israel terhadap menara observasi UNIFIL (The United Nations Interim Force in Lebanon) di Green Hill, Naqoura, Lebanon, Kamis (10/10/2024). Serangan tersebut menyebabkan dua anggota pasukan perdamaian asal Indonesia mengalami luka-luka.

Dalam keterangannya saat menghadiri 14th ASEAN–United Nations Summit di Vientiane, Laos, Jumat (11/10/2024), Ma’ruf Amin menekankan bahwa insiden ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Serangan ini harus disikapi dengan tegas oleh DK PBB karena merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Pelanggaran Berat terhadap Hukum Internasional

Wapres Ma’ruf menyoroti bahwa serangan terhadap markas UNIFIL tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius, terutama karena pasukan UNIFIL berperan penting dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Israel dan Lebanon. “Pasukan ini bertugas atas mandat PBB untuk membantu mengurangi ketegangan dan memulihkan situasi konflik. Serangan ini jelas merupakan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf menyatakan bahwa ASEAN juga harus terlibat aktif dalam menyikapi kejadian ini sebagai bagian dari komitmen kawasan untuk berkontribusi terhadap penyelesaian konflik internasional. “PBB adalah kompas dari multilateralisme, dan ASEAN berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Desakan Indonesia untuk Tindakan PBB

Di akhir pernyataannya, Wapres Ma’ruf kembali menegaskan posisi Indonesia yang mengecam keras serangan tersebut. Ia meminta DK PBB mengambil langkah konkret untuk menindak Israel. “Indonesia mengecam keras serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap UNIFIL pada 10 Oktober 2024, yang menyebabkan dua personel kita terluka,” ujar Ma’ruf.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, dalam keterangan terpisah pada Jumat (11/10/2024), menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan seluruh kontingen Indonesia di Lebanon. “Perwakilan tetap kita menyampaikan pernyataan tegas, mengecam serangan Israel sebagai pelanggaran terhadap piagam PBB, multilateralisme, dan hukum humaniter internasional,” jelas Retno.

Indonesia kini menunggu respons dari DK PBB atas seruan ini, sembari terus memantau kondisi personel TNI dan warga negara Indonesia lainnya yang berada di Lebanon. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.