MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi, musim hujan masih akan berlanjut hingga Februari 2025.
Iis Widya Harmoko dari BMKG menjelaskan, puncak musim hujan di Jateng bervariasi. Sebagian sebagian wilayah ada yang mengalami puncak musim hujan pada Desember.
“Tapi umumnya di Jateng diprediksi puncak musim hujannya di Januari dan Februari 2025,” ujar Iis saat paparan dalam koordinasi kesiapsiagaan cuaca ekstrem yang ditayangkan di kanal Youtube, Minggu (26/1/2025).
Puncak musim hujan perlu disikapi karena akan diiringi dengan peningkatan potensi bencana hidrometrologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
“Sehinga kita perlu lebih banyak menyiapkan energi terkiat kesiapan kita dalam meghadapi konsdisi-kondisi atau antisipasi bencarna hidrometrologi,” imbuh Iis.
Dia melanjutkan, potensi bencana di Indonesia mengintai sepanjang tahun.
“Kita di Indonesia, khususnya di wilayah selatan katulistiwa yaitu Pulau Jawa dan sekitarnya akan mengalami siklus bencara hidrometrologi yang akan terjadi sepanjang tahun,” bebernya.
Pada Desember-Januari-Februari potensi bencana yang mengintai berupa banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
Kemudian, pada Maret-April-Mei potensi bencana puting beliung, petir, hujan es giliran mengintai.
Lalu, Juni-Juli-Agustus potensi bencananya berupa kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga gelombamg tinggi.
Sementara September-Oktober-November terdapat potensi bencana puting beliung, petir, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang. (bhq/**)