Kamis, Juni 11, 2026

Presiden Prabowo Inginkan Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Baru, Kadisdik Sebut Kesulitan Cari Guru

Pendidikan memang banyak berkembang seiring bertambahnya zaman, hingga adanya pembaharuan kurikulum. Namun kali ini yang diwacanakan presiden bukan soal cara baru yang efektif untuk pembelajaran anak-anak, melainkan penambahan mata pelajaran berupa bahasa Portugis.

Ya Presiden Prabowo Subianto resmi memutuskan untuk memasukkan pelajaran bahasa Portugis ke dalam kurikulum sekolah-sekolah di Indonesia. Keputusan ini disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Brasil merupakan mitra penting bagi Indonesia di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan.

“Saya yakin bahwa dalam waktu yang akan datang kita akan menghasilkan capaian lebih baik. Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” ujar Prabowo di Istana Merdeka.

Untuk menindaklanjuti keputusan tersebut, Prabowo menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti agar segera menyusun langkah penerapan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah.

“Saya akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Dasar untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita. Ini bukti bahwa kita memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar,” tambahnya.

Langkah ini disambut positif oleh berbagai kalangan daerah, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, mengakui pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program tersebut.

“Kita tunggu juknis, lagian kalau itu diterapkan sejauh ini mencari guru bahasa Portugis agak sulit, belum ada di sini,” ujar Alexander, Rabu (29/10/2025).

Meski demikian, Alexander menegaskan pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut karena sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan keterbukaan terhadap bahasa internasional.

“Makanya kita tunggu juknis, tapi tetap kita dukung program itu,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Brasil Lula da Silva menyambut baik inisiatif tersebut.

Ia berharap kerja sama antara Brasil dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara, terutama di sektor ekonomi, sosial, dan sains.

“Saya berharap bahwa dalam kunjungan ke Indonesia ini, dan selama pertemuan kita, kita dapat menjamin keuntungan politik, ekonomi, sosial, dan sains bagi rakyat Indonesia dan Brasil,” ujar Lula.

Keputusan memasukkan bahasa Portugis ke dalam sistem pendidikan nasional menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperluas hubungan diplomatik dan budaya global, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara berbahasa Portugis di masa depan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.