Senin, Mei 11, 2026

Relawan Ganjarist Ganti Nama, Jadi ‘Gerakan Jaringan Indonesia Bersatu’

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kelompok relawan Ganjarist yang mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Pilpres 2024 resmi membubarkan diri, dan berganti nama menjadi Gerakan Jaringan Indonesia Bersatu (GJIB).

Ketua Umum Presidium Ganjarist, Maya Nindya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/6/2024) malam mengatakan, identitas baru ini merupakan representasi tekad mereka untuk terus berjuang bagi Indonesia menjadi lebih baik dalam sosial dan budaya.

Identitas baru ini mengambil seluruh warna dasar logo Ganjarist, bertuliskan “Gerakan Jaringan Indonesia Bersatu”.

Logo tetap terlihat cerah, seperti harapan seluruh anggota Ganjarist sejak awal dirintis, yaitu menjadikan politik Indonesia yang penuh partisipasi, kegembiraan, dan keceriaan.

Relawan itu diinisiasi oleh duo pegiat media sosial Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray, yang kemudian menjadi Organisasi Relawan Pendukung Ganjar Pranowo yang militan. Tepat pada 1 Juni 2024, relawan Ganjarist telah berusia tiga tahun.

Keputusan Ganjarist berubah jadi GJIB diambil oleh para inisiator, pendiri dan presidium dan telah disampaikan kepada Ganjar Pranowo serta seluruh anggota di seluruh penjuru Indonesia.

Maya Nindya menjelaskan sejak berdiri pada 2021, Ganjarist hadir di setiap kejadian penting di dalam dunia politik relawan di Indonesia. Dedikasi Ganjarist sudah tidak diragukan lagi khususnya saat pemilu, beberapa waktu yang lalu.

Memasuki usia tiga tahun, katanya, bukanlah waktu yang singkat bagi Ganjarist untuk berjuang bagi Indonesia lebih baik.

Perjalanan itu memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan serta menempa para anggotanya dalam proses politik yang bersih, sehat, jauh dari intrik antarrelawan dan membuat Ganjarist menjadi organisasi relawan yang matang dan solid.

Eko Kuntadhi, mengatakan gelaran pilpres telah selesai maka Ganjarist bermetamorfosis menjadi GJIB.

“Saat ini lebih fokus kepada pengembangan persatuan antaranggota dan masyarakat, dalam jalur sosial dan budaya,” ujar Eko.

Disisi lain Mazdjo Pray menjelaskan, memang sudah tidak relevan kalau masih menggunakan nama Pak Ganjar dalam kegiatan sehari-hari mereka.

“Karena kami meyakini, Pak Ganjar dan Pak Mahfud pasti punya tugas yang jauh lebih penting lagi. Maka solusinya adalah Ganjarist memang harus pamit, tapi semangat persatuannya bisa diwadahi di GJIB ini,” tuturnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.