Jumat, April 17, 2026

Saat Rakyat Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Ketum PBNU Temui Jokowi di Istana Bahas Jatah Tambang

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Rakyat dari berbagai golongan menggelar aksi demonstrasi menolak revisi UU Pilkada, Kamis (22/8/2204).

Aksi demonstrasi digelar di depan Gedung DPR RI, depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), dan di berbagai kota di Indonesia.

Saat rakyat sibuk dengan aksi demonstrasi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya); dan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Achyar, bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

Selain Gus Yahya dan Kiai Miftachul Achyar, beberapa orang lain dari PBNU turut dalam pertemuan dengan Jokowi.

Mereka datang ke Istana menemui Presiden Jokowi, untuk membahas soal jatah tambang batu bara untuk PBNU.

Gus Yahya dan rombongan tiba di Istana sekitar pukul 10.22 WIB.

Ia menyebut, pertemuannya dengan Jokowi untuk membahas konsesi tambang dan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kita mau bicara soal konsensi tambang dan investasi di IKN nanti,” ujar Gus Yahya.

Ia mengaku sudah meminta waktu untuk bertemu dengan Jokowi untuk membahas rencana investasi di IKN.

Katanya, PBNU akan membangun kantor, fasilitas pendidikan dan fasilitas keagamaan di ibu kota baru itu.

“Kami mengajukan untuk berbicara tentang konsensi tambang dan rencana kami untuk berinvestasi-lah walaupun kecil di IKN nanti,” kata Gus Yahya.

Namun, Gus Yahya, mengaku sama sekali tak membahas persoalan antara PBNU dan PKB, dengan Jokowi.

“Enggak, enggak ada,” ujar dia. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.